oleh

Rusaknya Kantor Camat Kwannyar Jadi Atensi Legislatif

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kabar rusaknya kantor Kecamatan Kwanyar yang tidak mendapatkan anggaran tahun 2020 mendapat perhatian langsung dari legislatif.  Kamis (9/1) kemarin, wakil ketua Dewan Perwakilan Rwakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan Mohammad Hosyan menemui Ketua Komisi A, Mujiburrahman di Ruang Komuisi A.

Hosyan mengatakan, kantor kecamatan yang mengalami kerusakan dan belum bisa mendapatkan anggaran rehab tahun ini menjadi atensinya. Sebab, pada saat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020, tidak ada usulan.

“Sebenarnya, jika memang kantor Kecamatan Kwanyar ini mengalami kerusakan dan perlu diperbaiki, kita sudah memberikan kesempatan untuk melakukan usulan apapun termasuk rehab ruang kantornya,” katanya, Kamis (9/1).

Namun, lanjut Hosyan, ketika rapat usulan tersebut Camat Kwanyar tidak mengusulkan perbaikan kantor. Sehingga, anggota dewan yang ada merasa kantor kecamatan Kwanyar masih baik. Jika di kemudian hari dikeluhkan dan membutuhkan rehab, maka akan diusulkan pada anggaran 2020.

“Artinya kalau usulan tersebut sebelum pengesahan APBD 2020 kemarin, maka akan mendapatkan anggaran tahun ini. Jika usulan pada tahun ini, anggaran akan diperoleh tahun berikutnya yakni 2021. Nanti, sebelum tahun 2021 akan kita akomodir lagi tiap kecamatan usulan apa yang dibutuhkan agar tahun berikutnya bisa mendapatkan anggaran,” paparnya.

Ketua Komisi A Mujiburrahman mengatakan, saat melakukan serap aspirasi di tiap kecamatan, hanya ada 2 kecamatan yang mengajukan rehab kantor yakni Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Burneh.

“Kemarin kan kita sudah memberikan kesempatan usulan apa yang diperlukan di masing-masing kecamatan. Hanya 2 kecamatan itu yang mengusulkan sebelum APBD 2020 disahkan,” katanya.

Atas informasi ini, pihaknya mengaku akan melakukan kunjungan ke kantor Kecamatan Kwanyar secara langsung. Dirinya ingin memastikan seberapa besar kerusakan dan seberapa urgen untuk dilakukan rehab kantor pada anggaran tahun ini juga. Bahkan, Mujib akan memastikan kerusakan yang terjadi apakah karena cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini melanda Bangkalan atau memang perlu rehab karena rusak sejak lama dan urgen.

“Nanti akan kita datangi, kita pastikan kerusakannya di mana. Kalau cuma genting yang bocor saya siap membenahi sendiri tanpa harus masuk anggaran APBD,” pungkas politikus dari partai Gerindra ini. (ina/pai)

Komentar

News Feed