oleh

Rutan Over Kapasitas, Napi Terpaksa Tahan Gerah Setiap Hari

Tidak Imbang Jumlah Masuk dan Bebas

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Meningkatnya kriminalitas di Kabupaten Bangkalan, berimbas pada kapasitas berlebih di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II b Bangkalan.

Kasubsie Pelayanan Tahanan Rutan kelas II b Bangkalan Pradana Suwito Putra membenarkan, kapasitas berlebih di Rutan kelas II B Bangkalan disebabkan karena tingkat kriminalitas di Bangkalan meningkat.

“Angka kriminalitas ini kan tak bisa disetop. Contoh, saat pagi ini kami mengeluarkan dua tahanan, maka saat sore dapat empat kiriman dari kejaksaan. Yang masuk rutan itu lebih banyak dari pada keluarnya,” tuturnya.

Pria kelahiran Pamekasan tersebut juga menjelaskan, kapasitas rutan tersebut hanya untuk 116 penghuni, sedangkan jumlah tahanan yang masuk sebanyak 229 orang, ditambah jumlah narapidana sebanyak 197 orang, maka jumlah secara keseluruhan 426.

“Kalau di lihat dari jumlah kapasitas rutan, dengan jumlah tahanan dan ditambah jumlah narapidana, maka lapas ini mengalami overload,” jelasnya.

Menurut Pradana, tingkat kriminalitas di setiap daerah tidak sama, sehingga pihaknya terus melakukan pemerataan. Teknis pemeratan itu, bagi rutan yang mengalami kelebihan kapasitas, akan dipindah ke rutan yang tidak kelebihan kapasitas. Seperti tahanan atau narapidana kasus narkoba yang dipindah lapas di Pamekasan, Porong dan Madiun.

“Pembinaan yang di dalam itu seperti kegiatan kerja, dan kemandirian. Dan pembinaan di luar itu, seperti pembebasan bersyarat (PB) dan cuti bersyarat (CB) kalau itu sudah waktunya.” jelasnya.

Kendati mengelami overload, tidak ada renovasi di rutan tersebut. Yang selama ini dilakukan hanya renovasi perawatan.

Sementara itu, Kasubsi Pengelolaan Rutan kelas II b Bangkalan Agus Hermawan menjelaskan, hanya bisa renovasi perawatan karena anggarannya yang minim.

“Kami hanya ada Rp30 jutaan untuk biaya perawatan, sedangkan untuk renovasi pembangunan itu masih belum ada,” jelasnya kepada Kabar Madura. (km46/waw)

Komentar

News Feed