Rutinitas Lanjutan Dimulai, Sampang Mulai Diserang Banjir

Uncategorized13 Dilihat

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Masuk awal musim hujan, empat desa di Sampang tergenang banjir. Banjir itu terjadi seusai hujan lebat mengguyur wilayah Sampang pada Senin (25/10/2022) malam. Diketahui, lokasi banjir itu di Kecamatan Jrengik, tepatnya di jalan nasional Sampang-Bangkalan.

 

Pantauan Kabar Madura, akses nasional, tepatnya Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik atau perbatasan Sampang-Bangkalan yang tergenang banjir sepanjang 500 meter, dengan ketinggian capai 20 hingga 30 cm.

 

Kepala Polsek (Kapolsek) Jrengik Iptu Budi Purnomo berujar, luapan air sungai itu datang dari Sungai Konang itu, menyebabkan banjir pada jalan nasional. Banjir terjadi Selasa (26/10/2022) dini hari atau sekitar pukul 03.00.

 

“Banjir ini dari Sungai Konang, Sebab semalam suntuk diguyur hujan yang cukup lebat,” ujarnya, Rabu (26/10/22).

 

Selain menggenangi jalan nasional, luapan air juga menggenangi pemukiman warga dan menghambat lalu lintas. Atas kondisi itu, mengharuskan mengatur lalu lintas.

Baca Juga :  Deadline Tinggal Sebulan, Tidak Satu pun Proyek Hasil P-APBD Sumenep Dilelang

 

“Walaupun berdampak warga ,tidak sampai mengungsi karena luapan airnya tidak terlalu besar,” ungkapnya.

 

Sementara menurut laporan yang ada, terdapat empat desa di Kecamatan Jerngik yang terdampak, antara lain Desa Panyepen, Taman, Majengan, dan Desa Margatokoh. Sementara untuk pemukiman yang terdampak banjir di empat desa itu, terdapat sebanayak 222 rumah. Sedangkan dua desa lainnya, hanya sawahnya yang tergenang air.

 

Dari 222 rumah terdampak banjir tersebut, sebanyak 35 rumah di Desa Panyepen dan 173 rumah di Desa Margatokoh. Sedangkan yang terdampak persawahannya adalah di Desa Taman dan Desa Majengan.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Asroni menyampaikan, berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini sudah memasuki musim penghujan.

 

Maka dari itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada, utamanya banjir. Terlebih, bencana banjir sudah terjadi di beberapa wilayaj di Jawa Timur, seperti Lumajang, Pacitan, Sampang dan beberapa kabupaten lainnya.

Baca Juga :  Polres Ringkus Dua Tersangka Kasus Pembakaran Truk Tembakau di Pamekasan

 

Reporter: Fauzi

 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *