Safari Kepulauan ke Masalembu, Bupati Minta OPD Perhatikan Program dan Evaluasi

  • Whatsapp
KM/FATHOR RAHMAN SAFARI KEPULAUAN: Bupati Sumenep A Busyro Karim bersama jajaran Pemkab Sumenep saat di Kecamatan Masalembu.

Kabarmadura.id/Sumenep-Selama tiga hari, sejak Jumat-Minggu (15-17/11/2019), Bupati Sumenep A Busyro Karim bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melaksanakan kunjungan kerja safari kepulauan ke Kecamatan/Pulau Masalembu.

Mayoritas kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemkab Sumenep ikut serta bersama rombongan Bupati Busyro. Sebab, salah satu tujuannya sebagaimana disampaikan Bupati Sumenep A Busyro Karim, adalah untuk menjalin silaturrahim dan keakraban bersama maayarakat dan Pemerintah Kecamatan Masalembu.

“Salah satunya adalah untuk menjalin silaturrahim. Pasti, itu demi menjaga keakraban antara komponen pemerintah Sumenep. Karena memang silaturrahim dengan masyarakar harus terus dijaga. Makanya, kegiatan selama di Masalembu berupa kegiatan yang bersentuhan dengan maayarakat,” jelasnya.

Komunikasi yang dilakukan Pemkab Sumenep selama di Masalembu, tidak hanya sebatas berupa komunikasi biasa, antar person. Melainkan juga, membangun komunikasi berupa program antara Pemkab dengan masyarakat.

Oleh karenanya, politisi PKB itu memerintahkan seluruh kepala OPD untuk langsung ke bawah dalam rangka meninjau program-program masing-masing ke bawah. Hal itu untuk mengetahui sejauh mana program tersebut berjalan.

“Makanya semua kadis yang ikut safari kepulauan, turun ke bawah, tujuannya untuk mendengar aspirasi dari bawah,” tuturnya.

Ketika turun langsung ke bawah dan mengetahui langsung program yang sudah berjalan, kemudian para OPD diminta Bupati Sumenep untuk melakukan evaluasi. Jika diketahui programnya, maka wajib dilakukan peebaikan-perbaikan.

“Hal itu sekaligus evaluasi terhadap program-program yang berjalan sebelumnya,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Sumenep itu juga meminta, supaya memperhatikan infrastruktur di kepualaun. Termasuk di Pulau Masalembu yang saat ini menjadi sasaran safari kepulauan.

Sebab diinginkan, tidak ada ketimpangan pembangunan antara daratan dan kepulauan. Sehingga harus dipastikan, porsi yang proporsional di semua wilayah yang ada di Sumenep, baik itu infrastruktur dan berbagai program lainnya.

Seperti listrik dan telekomunikasi, bupati berharap supaya menjadi perhatian. Karena sejauh ini, listrik di Masalembu belum 24 jam. Kemudian untuk telekomunikasi, masih belum sepenuhnya bisa dinikmati masyarakat.

“Untuk listrik, Insya Allah tahun 2020 sudah ada perbaikan. Kemudian telekomunikasi, tim dari telkom juga ikut safari kepulauan dalam rangka perbaikan jaringan telekomunikasi,” tuturnya.

Selama di Masalembu, Bupati Sumenep menyerahkan sejumlah bantuan, baik kepada masyarakat atau kepada organisasi kemasyarakatan. Antara lain yang diberikan, berupa bantuan kepada kelompok tani, bantuan sosial, dan berbagai bantuan lainnya. (ong/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *