oleh

Sahabat Keta Usung Misi Menggerakkan Ekonomi

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sahabat Keta merupakan sekumpulan para aktivis Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII). Semua kader terutama para alumni dapat direkrut. Selain pemberdayaan kader dalam hal keagamaan, juga diajarkan mengembangkan ekonomi masyarakat.

Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Indonesia (IKA PMII) yang menginisiasi terbentuknya Sahabat Keta. Diawali saat IKA PMII menggelar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang instrukturnya secara nasional. Hasilnya, membentuk usaha kerakyatan yang didukung kader PMII serta pemerintah.

“Wujud dari Sahabat Keta saat ini sudah banyak, terutama dalam pengembangan ekonomi,” kata Ketua Divisi Keanggotaan,Ahmad Siddiq, Minggu (2/8/2020).

Menurutnya, rasa simpati dan bersinergi untuk mengembangkan gerakan ekonomi terus digelorakan untuk saling bahumembahu dan gotong-royong serta saling menguntungkan. Sebab, Sahabat Keta memiliki filosofi, makmur bersama.Makna dalam filosofi itu adalah bukan hanya pengurus yang makmur,tetapi semua anggota, termasuk masyarakat yang terlibat didalamnya.

“Jadi, kami saat ini sudah mulai mempersiapkan pengembangan ekonomi untuk masyarakat,” ujarnya.

Dalam bergerak, komunitas ini bekerjasama dengan usaha kecil dan menengah (UKM) di Sumenep,seperti pengrajin rengginang, pengrajin kerupuk ikan. Bahkan, komunitasnya sempat menyalurkan alat pengeringan yang merupakan bantuan dari Provinsi Jawa Timur.

Saat ini, Sahabat Keta Sumenep bekerjasama dengan sejumlah koperasi di Sumenep. Kemudian membentuk koperasi yang diberi nama Koperasi Sahabat Makmur Bersama. Koperasi tersebut berada dibawah naungan IKAPMII. Keanggotaannya diprioritaskan dari alumni PMII.

“Yang masih aktif dan menjadi kader PMII juga diprioritaskan untuk bergabung,” ulasnya.

Usaha koperasi yang dijalankan bukan simpan pinjam,tetapi pengembagan ekonomi seperti mendirikan Toko Sahabat Keta. Toko tersebut bergerak dalam usaha peracangan.

Selain itu, dalam pengembangan ekonomi juga menangani pendistribuaisan pupuk, pemasaran beras, termasuk memberi bantuan sosial (bansos) kepada 200 anak yatim. Bansos itu dikumpulkan dari hasil pemgembangan ekonomi yang telah dijalankan.

Sebenarnya, komunitas ini sudah berdiri pada akhir 2018, kemudian diresmikan satu setengah tahun, sehingga di akta notaris terbit pada 19 Januari 2019. Saat ini sudah 45 orang yang bergabung.

Dalam hal pemberdayaan organisasi, Sahabat Keta mendapat pendampingan dari Dinas Koperasi Sumenep. Ilmu dalam bidang perkoperasian itu kemudian ditularkan ke seluruh anggota.

“Cita-cita kami adalah ingin mencetak kader-kader yang mempunyai keterampilan yang baik. Sebab, Sumenep memang dinilai cukup prospek didalam bidang usaha,” ujar dia.

Sementara itu, Bendahara Koperasi Sahabay Makmur Bersama Abd. Mufid mengatakan, pengembangan usaha ekonomi merupakan langkah strategis dalam memperbaiki taraf hidup yang lebih baik.

“Berwirausaha dengan membentuk komunitas mempercepat pertumbuhan ekonomi serta bagian dari pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed