Said Abdullah Beri Alasan Madura Tidak Layak Jadi Provinsi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST99999) SAID ABDULLAH: Ketua Banggar DPR RI MH

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Wacana mengupayakan Madura menjadi provinsi sudah digadang-gadang sejak puluhan tahun lalu, namun Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah kurang sepakat terhadap upaya tersebut.

Banyak pertimbangan yangmenurutnya  sangat tidak memungkinkan bagi pulau dengan empat kabupaten disulap menjadi provinsi, termasuk pertimbangan dari berbagai sektor yang menjadi nilai urgen atas perkembangan Madura.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat tidak setuju Madura jadi provinsi, buat apa, mulai pertimbangan ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Sudah tidak memungkinkan bisa mengubahnya menjadi provinsi,” katanya, Kamis (4/12/2020).

Politisi PDIP itu juga menilai, dari sisi anggaranpun tidak bisa mengatrol Madura menjadi provinsi.Sebab, upaya tersebut tidak mungkin menjadi penunjang perubahan perekonomian di daerah yang terkenal dengan kerapan sapi ini.

Apalagi melihat dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep yang sangat kecil.Sehingga tidak perlu berminpi menjadi provinsi, kecuali mau menjadi pengemis selama belasan tahun. Dan tidak mungkin memikirkan kemajuan pembangunan dan yang lainya.

“Bukan soal anggaran, jika upaya itu terus dipaksakan, maka 12 tahun Madura akan mengemis-ngemis bantuan ke pusat. Akselarasi PAD 4 kabupaten kecil semua,” imbuhnya.

Tetapi jika Mudura dimaksimalkan menjadi kawasan ekonomi khusus, maka secara otomatis berdampak pada sektor-sektor pembangunan yang lain. Sebab jika masih bertekad mengubah menjadi provinsi, maka masyarakat yang akan terlantar.

“Tidak memungkinkan, tapi malah mengurus gubernuran bukan mengurus rakyat,” pungkasnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *