Salah Paham, Garam Madura Tetap Jadi Primadona

  • Whatsapp
Konsultan Garam Nusa Tenggara Timur Ali Mahdi mengungkapkan, terdapat kesalahpahaman terhadap garam Madura.
Konsultan Garam Nusa Tenggara Timur Ali Mahdi

Kabarmadura/SUMENEP-Beredar kabar bahwa garam Madura disebut kusam, akhirnya banyak menuai protes. Namun, hal itu diangap sebagai siasat pihal tertentu, karena ingin menurunkan harga jual garam Madura.

Beredarnya kabar itu bermula saat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau lokasi  tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (21/8/2019).

Pada kesempatan itu, presiden yang akrab disapa Jokowi itu, disodori garam impor dari Australia, garam lokal Jawa- Madura, dan garam Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan sampel tersebut, garam Madura disebut kusam, kuning, dan kotor.

Konsultan Garam Nusa Tenggara Timur Ali Mahdi mengungkapkan, terdapat kesalahpahaman terhadap garam Madura. Menurutnya, yang kusam itu sebenarnya adalah garam Jawa. Hanya saja, pada waktu itu sampel garam Madura dan Jawa diletakkan dalam satu tempat, sehingga dianggap sama, padahal garam Madura bagus.

“Di sana kan jelas, saya kelompokan dengan yang dari Jawa-Madura, kemudian garam Australia sendiri dan NTT sendiri, Jawa dan Madura digabung, yang di bawah itu Jawa, yang di atas itu Madura,” tegas Mahdi mengklarifikasi, Kamis (29/8/2019).

Mahdi menegaskan, Garam Madura tidak lebih jelek kualitasnya daripada garam lainnya. Lebih lanjut, ia mempertanyakan siapa yang menyatakan secara spesifik bahwa garam yang jelek itu dari Madura.

Keunggulan garam Madura dibandingkan garam lainnya, adalah kristalnya lebih besar, warnanya lebih bersih, lebih putih, lebih jernih. Garam Madura, kata Mahdi, sampai saat ini masih menjadi primadona dan banyak dicari oleh pelaku-pelaku usaha, bahkan garam Madura mempunyai kualitas terbaik di Indonesia. Petani-petani garam luar Madura harus banyak belajar ke petani garam Madura.

“Sekarang adalah bagaiamana mengedukasi para petani kita agar mereka berproduksi dengan harga produksinya yang secara umum masuk kepada pasar industri,” tandas Mahdi. (mad/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *