oleh

Saluran Irigasi Macet, Perumahan dan Perkantoran Rusak Fungsi Sawah

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Saluran irigasi macet oleh bangunan perumahan dan perkantoran, belasan hektare sawah milik warga digenangi air. Genangan air yang membanjiri sawah milik warga sekitar tersebut membuat lokasi genangan seolah menjadi sungai. Sehingga, sawah tidak dapat difungsikan.

Hal tersebut disampaikan Mustari, salah seorang pemilik lahan sawah yang tergenang air tersebut. Dia galau, lantaran sawahnya tidak bisa ditanami padi. Padahal, dulunya hasil panen sawah tersebut bisa menghasilkan puluhan kilogram gabah.

“Dulu saat belum ada bangunan perumahan dan perkantoran, air itu masih mengalir,” katanya.

Saat musim hujan, Mustari mengaku tidak bisa menanami lahan sawahnya, lantaran genangan air itu tidak mau surut. Selain saluran irigasi yang macet, lokasi sawah tersebut memang berada di dataran lebih rendah. Sehingga, semua airnya berada di lahan sawahnya.

“Saya sudah sampaikan ini kepada pemerintah setempat, meminta solusi, tapi tidak tahu bagaimana tindak lanjutnya,” tuturnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pupuk Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian, Tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Bangkalan Agung Rudianto menyampaikan, kondisi belasan hektare lahan sawah yang digenangi air itu cukup sulit. Karena saluran irigasi yang ada tersumbat oleh bangunan perkantoran di sekitarnya.

“Kondisinya yang sulit, karena sudah ada perkantoran yang terbangun di saluran irigasi itu,” jelasnya.

Kondisi curah hujan tinggi setiap musim hujan juga tidak bisa dihindarkan, semua air yang mengalir jatuh di lokasi yang datarannya lebih rendah. Jadi, sawah kemungkinan bisa digunakan saat musim kemarau tiba.

“Kalau kemarau mungkin itu bisa digunakan, tapi juga bergantung kondisi kebutuhan airnya,” terangnya.

Rudi menyampaikan, salah satu solusinya adalah perluasan saluran irigasi. Tahun 2021 sudah dianggarkan melalui Pokok Pikir (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di kecamatan Socah juga. Sehingga, diharapkan bisa mengurangi debit air yang menggenangi sawah.

“Kalau diperluas atau diperdalam lagiz saluran irigasinya mungkin bisa sedikit membantu,” paparnya.

Untuk kebutuhan anggaran perluasan irigasi tersebut, Rudi mengaku kurang tahu pasti. Tetapi, sepertinya dianggarkan sekitar Rp90 juta. Dengan harapanz sawah itu bisa digunakan kembali.

“Semoga saja bisa segera selesai dilakukan perluasannya, karena kondisi musim segera akan berganti,” pungkasnya. (km59/nam)

Komentar

News Feed