Sambil Menangis, Hasanah Curahkan Kegelisahaanya sebagai Difabel yang Jadi Tulang Punggung Keluarga

  • Whatsapp
Hasanah, (kedudung biru), wanita difabel asal Pademawu menyampaikan keluh kesahnya kepada Sekda Pamekasan Totok Hartono, Selasa (26/1/2021).

KABARMADURA.ID, Pamekasan-Hasanah, wanita difabel asal Pademawu mendatangi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Selasa (26/1/2021). Sayang, kedatangannya belum disambut langsung oleh sang pemimpin Kabupaten Pamekasan tersebut.

Kedatangannya di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Hasanah disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan Totok Hartono.

Rencananya, perempuan berusia 39 tahun itu mendatangi bupati untuk menyampaikan keluh kesahnya.

Di hadapan Totok Hartono, Hasanah bercerita tentang dirinya yang difabel, harus menjadi tulang punggung keluarganya, terlebih semenjak ditinggal oleh suaminya karena meningal dunia.

“Sekarang saya harus mencari nafkah untuk anak saya yang masih berumur 3 bulan. Sedangkan dengan keadaan tubuh saya yang saat ini, tentu sangat sulit untuk mencari pekerjaan,” ungkap Nur Hasanah sambil menangis.

Dia juga bercerita bahwa pernah menjadi atlet lari cepat nasional dan pernah mendapatkan medali juara tiga di Jakarta.

“Sekarang saya menganggur tidak punya pekerjaan apa-apa. Jadi saya ke sini meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan agar memperhatikan nasib saya, setidaknya memberikan pekerjaan yang layak bagi kami,” pungkasnya.

 

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Wawan Awalluddin Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *