Sambungan Ilegal, PDAM Sampang Ancam Pidanakan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Diduga banyak kebocoran air pada saluran pipanisasi terhadap pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang. Salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) itu mengeluhkan masih banyak sambungan ilegal yang dilakukan oleh pelanggan.

Kebocoran itu itu diketahui, pengeluaran debit air melalui pipanisasi dengan laporan meter di semua pelanggan tidak sama. Jumlah air yang hilang tak terdeteksi diduga lebih banyak dari kalkulasi perhitungan pemakaian pelanggan melalui meter air (water meter). Bahkan selisihnya diduga cukup signifikan.

Bacaan Lainnya

Direktur PDAM Trunojoyo Sampang Dani Darmawan mengaku, jika selama ini masih banyak sambungan ilegal di wilayah Sampang. Banyak air keluar tidak terdeteksi di meteran air. Dia menilai ada sambungan air yang tidak terkoneksi dengan meteran.

“Masih ada pelanggan yang melepas meteran dan menyambung langsung ke pipa. Dan itu jelas merugikan. Sebab, pengeluaran air dari kami tidak terdata dan tidak terbayar, ” katanya.

Pihaknya mengaku masih dalam proses penertiban terhadap pelanggan. Sebab diakui, sudah beberapa pelanggan yang diketahui sengaja melepas meteran. Dengan alasan meteran rusak. Sehingga terpaksa disambungkan langsung ke pipa saluran.

Dikatakannya, jika petugas dari PDAM sudah diterjunkan untuk melakukan pengecekan. Jika diketahui ada kerusakan meteran harus langsung diganti. Dia juga berharap masyarakat segera melapor jika ada kerusakan pada meteran air. Sehingga tidak merugikan PDAM.

Dani Darmawan mengaku kekurangan tenaga untuk melakukan pemantauan. Terutama jika ada kerusakan pada meteran air dan pada saluran. Sehingga, diharapkan masyarakat proaktif segera melakukan pelaporan. Selanjutnya akan diterjunkan petugas untuk segera memperbaiki.

“Saya sudah berpesan kepada petugas untuk tidak main-main soal ini. Jika diketahui ada yang sengaja melakukan pembiaran adanya sambungan ilegal akan diberlakukan sanksi, ” ucapnya.

Mantan HRD Manager di PT Mitra Integrita Utama itu mengaku akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Jika tidak dilarang melakukan sambungan ilegal. Namun, jika diketahui ada pelanggan atau warga yang sengaja melanggar akan dilakukan upaya hukum. Pihaknya sudah bekerjasama dengan Kejaksaan dalam operasi sambungan ilegal (opsil).

“Pelanggan harus menggunakan meteran. Jika ada yang melanggar kita putus. Jika masih melakukan sambungan ilegal baru kita lakukan upaya hukum, ” terangnya. (man/mam)

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *