Sambut Delegasi MTQ Jatim, Pasar Tradisional dan Galeri Batik Pamekasan Dipercantik

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PERSIAPKAN: Pasar tradisional siap menyambut MTQ Jatim XXIX dengan berbagai fasilitas dan tampilan yang lebih cantik dari biasanya.

KABARMADURA.ID| PAMEKASANGeliat meningkatkan perekonomian melalui Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Jawa Timur (Jatim), juga dipersiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk pasar tradisional.

Sejumlah pasar disterilisasi, tidak tanggung-tanggung, khusus Pasar 17 Agustus, disiapkan 9 staf khusus untuk mengarahkan para kafilah tamu. Salah satu pertimbangannya, pasar itu merupakan pasar batik tulis terbesar se-Asia.

Tidak hanya itu, dalam rangka menyambut event bergengsi tersebut, 13 pasar tradisional lainnya juga terus dibenahi berbagai fasilitasnya.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Disperindag Pamekasan Agus Wijaya, semangat menyukseskan MTQ XXIX melalui pembenahan berbagai pasar tradisional tersebut, dilakukan dengan mempercantik perwajahan pasar,  agar terkesan bagus, taat protokol kesehatan, dan yang paling penting,meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang dua tahun terakhir ini turun akibat wabah Covid-19.

“Kami sudah sudah mempersiapkan dengan baik, mulai dari kebersihannya, spanduk juga sudah ada, dan mungkin untuk minggu-minggu ini, biar pengunjung tertarik saat  berkunjung kesana,” ulasnya.

Selain membenahi 13 pasar  tradisional,  juga mempercantik gedung galeri batik yang berada Jalan Jokotole, Kelurahan Barurambat Kota, Pamekasan. Supaya mudah dijangkau oleh kafilah, sehingga bisa berdampak baik terhadap omset para pelaku usaha batik.

Gedung tersebut direnovasi, pintu yang ada di samping sudah ditutup. Tamu langsung masuk lewat dari depan.

“Orang-datang ke Pamekasan sudah pasti menginginkan oleh-oleh, yang saat ini paling populer adalah batik tulis,” ucap Agus.

Untuk lebih memaksimalkan pelaksanaan MTQ, dia juga sudah mensosialisasikan kepada pedagang di pasar melalui kepala pasar. Perkembangan di Pasar 17 Agustus, sejauh ini sudah dimonitoring.

“Kami juga wajibkan kepada setiap pasar harus ada spanduk untuk sukseskan MTQ, supaya tersosialisasi dengan baik,” tegas Agus.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *