Samhari, Banser Senior Penjaga Marwah Kiai itu Telah Tiada

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN – Keluarga besar Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pamekasan sedang berduka. Kader terbaiknya, Samhari, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS M Nor Pamekasan, Senin (21/6/2021).

“Kami merasa sangat kehilangan. Pengabdian panjang sahabat Samhari sangat mengesankan. Sejak sebelum tahun 90-an, almarhum istikamah mengabdikan dirinya di Nahdlatul Ulama (NU),” ujar Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan, Syafiuddin, sesaat mengetahui almarhum menghembuskan nafas terakhirnya.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPRD Pamekasan itu menegaskan, suatu pelajaran yang penting utamanya bagi kaum Ansor-Banser yang muda, di usianya yang kesekian tahun itu, almarhum masih rela mengerjakan hal-hal kecil yang menjadi tanggung jawab di GP Ansor dan Banser.

“Semisal mengantarkan surat ke para kiai. Dari saking menjaga marwah para kiai serta prinsip Banser menjaga ulama dan NKRI, meskipun beliau senior, dengan rela mengantarkan surat sendiri ke para kiai NU,” ujar Kak Syafi’, panggilan akran Syafiuddin.

Kak Syafi’ pernah menanyakan terkait pilihan almarhum mengantarkan surat undangan acara sendiri ke kiai, meskipun bisa saja dirinya memerintahkan kader Banser yang banyak. Almarhum beralasan khawatir membuat para kiai kurang berkenan.

“Ini menjadi suatu kesan dan pesan kepada kader-kader muda Ansor-Banser untuk meneladani beliau. Bahwa tugas tanggung jawab menjaga ulama dan NKRI tidak pernah pupus. Tadi malam saya masih makan-makan dengan sahabat Samhari. Beliau sangat gembira sekali. Beliau berpesan; jangan sampai meninggalkan NU,” ungkapnya.

Bagi Kak Syafi’, almarhum dikenal sebagai pribadi yang tanpa pamrih, tidak pernah minta apa-apa dalam mengabdikan dirinya di Ansor-Banser; hanya terus bersiap-siap kapan saja dibutuhkan oleh para Kiai NU.

“Selalu di garda terdepan ketika ada upacara-upacara. Dari ribuan Banser di Pamekasan, beliaulah ketika ada acara selalu tampil di depan menyukseskan acara tersebut,” urainya.

Semua kader NU baik di Ansor, Fatayat, Muslimat, Pagar Nusa, dan semua lembaga di bawah naungan NU, dari saking lamanya almarhum mengabdi di NU, pernah merasakan pelayanan baik dan ramah dari almarhum.

Pengurus PC GP Ansor Pamekasan Tabri S Munir, turut mengungkapkan sisi positif almarhum Samhari.

“Laa haula wala quwwata illa billah. Saya menjadi saksi bahwa sahabat Samhari adalah orang baik. Ingatan saya tertuju pada beberapa kegiatan Ansor dan NU. Beliau adalah orang yang selalu setia mengawal suksesnya kegiatan Ansor dan NU,” ungkapnya.

Direktur Media dan Kreatif Madura United FC itu menegaskan, pihaknya mengenal mendiang sebagai Banser yang tidak banyak bicara dan selalu memberikan hiburan meski joke alamiah.

“Allah pasti menempatkan Samhari di Surga. Surga adalah tempat yang layak baginya. Wallahi, surga adalah tempat yang tepat bagi almarhum,” tukasnya. (nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *