Sampang Klaim Raih Angka Kenaikan IPM Tertinggi di Jatim

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) PENINGKATAN: Angka IPM di Sampang masih paling rendah di tahun 2020 ini, namun angka kenaikannya diklaim tertinggi se Jawa Timur.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Angka indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Sampang tahun 2020 berada pada posisi terendah dari empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Pemekasan, Sumenep, Bangkalan.

Namun, kendati di tempat terendah, namun kenaikan angka IPM diklaim paling tinggi di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat pada tiga komponen penilaian IPM, di antaranya indeks kesehatan, peningkatan perekonomian dan pendidikan.

Di Sampang, IPM rata-rata sekolah berada di angka 11,76, mengalami kenaikan 12,18 dari tahun 2019. Peningkatan IPM rata-rata sekolah itu, menjadi penentu kenaikan IPM Sampang di tahun 2020 ini menjadi 62,70. Karena pada tahun 2019 lalu, angka IPM Sampang masih 61,94. Sehingga ada kenaikan 0,76 poin.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Nur Alam mengakui, IPM di Sampang, khususnya bidang pendidikan, paling rendah di Madura.

Menurutnya, rendahnya IPM tersebut karena perhitungannya berdasarkan dari lamanya sekolah, sehingga ketika dihitung dari banyaknya masyarakat yang lulus S1, rata-rata masyarakat Sampang berada di kelas 5 SD. Padahal S1 tersebut akan mendongkrak angka IPM.

“Rendahnya IPM ini karena banyak masyarakat yang melajutkan pendidikannya ke luar Sampang. Karena berdasarkan data kami, lulusan S1 ini 4,55 persen. Dan jika dibagi rata-rata, semua masyarakat ini ada dipertengah kelas 5/6 SD,” tuturnya, Kamis (17/12/2020).

Mengenai hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan menuturkan, meski IPM di Sampang terendah di tahun 2020, namaun progres kenaikan angka IPM sangat tinggi se-Jawa Timur. Bahkan paling tinggi dari empat kabupaten di Madura.

Dengan kenaikan tersebut, diakui menjadi bukti bahwa pemerintah daerah sudah berupaya untuk meningkatkan IPM.

Faktor yang menjadi rendahnya IPM tersebut,  disebut bukan dari sektor pendidikan atau kesehatan, tetapi dari sektor perkonomian. Hal itu diklaim merupakan dampak adanya wabah Covid-19.

“Sekarang ada kenaikan 2,0 persen, ini tertinggi se-Jawa Timur. Tetapi meski tertinggi, belum capai target, yakni selisih 0,27 persen. Yang jelas IPM tahun ini mencapai 62,70 persen berdasarkan data di BPS. Dan kami akan terus berupaya untuk meningkatkan angka IPM ini,” pungkasnya. (mal/waw)

IPM KABUPATEN/KOTA JATIM 2019-2020
Kabupaten 2019 2020 Kenaikan
Pacitan                68,16 68,39           0,23
Ponorogo                70,56 70,81           0,25
Trenggalek                69,46 69,74           0,28
Tulungagung                72,62 73,00           0,38
Blitar                70,57 70,58           0,01
Kediri                71,85 72,05           0,20
Malang                70,35 70,36           0,01
Lumajang                65,33 65,46           0,13
Jember                66,69 67,11           0,42
Banyuwangi                70,60 70,62           0,02
Bondowoso                66,09 66,43           0,34
Situbondo                67,09 67,38           0,29
Probolinggo                65,60 66,07           0,47
Pasuruan                68,29 68,60           0,31
Sidoarjo                80,05 80,29           0,24
Mojokerto                73,53 73,83           0,30
Jombang                72,85 72,97           0,12
Nganjuk                71,71 71,72           0,01
Madiun                71,69 71,73           0,04
Magetan                73,49 73,92           0,43
Ngawi                70,41 70,54           0,13
Bojonegoro                68,75 69,04           0,29
Tuban                68,37 68,40           0,03
Lamongan                72,57 72,58           0,01
Gresik                76,10 76,11           0,01
Bangkalan                63,79 64,11           0,32
Sampang                61,94 62,70           0,76
Pamekasan                65,94 66,26           0,32
Sumenep                66,22 66,43           0,21
Kota                    –
Kediri                78,08 78,23           0,15
Blitar                78,56 78,57           0,01
Malang                81,32 81,45           0,13
Probolinggo                73,27 73,27                –
Pasuruan                75,25 75,26           0,01
Mojokerto                77,96 78,04           0,08
Madiun                80,88 80,91           0,03
Surabaya                82,22 82,23           0,01
Batu                75,88 75,90           0,02
Jawa Timur                71,50 71,71           0,21

Sumber: BPS update 16/12/2020

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *