Sampang Tetapkan Gedung BLK Ruang Isolasi

  • Whatsapp
(KM/Dokumen) DIALIH FUNGSIKAN: Bagunan asrama Balai Latihan Kerja yang beralamatkan di JL. Syamsul Arifin Kabupaten Sampang kini dijadikan ruang isolasi pasien covid-19.

Kabarmadura.id/Sampang– Perkembangan penyebaran Pandemi Covid1-9 di Madura, utamanya di Sampang yang sulit terpantau, menjadikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang menyaipakan berbagai antisipasi. Diantaranya, adalah akan menjadikan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan Syamsul Arifin sebagai salah satu gedung yang dipersiapkan untuk menangani pasien Covid-19.

Pilihan untuk menjadikan gedung BLK gedung perawatan tersebut,  ungkap Plt Kepala Dinkes Sampang, Agus Mulyadi, berawal dari pengalaman jika pihaknya kesulitan merujuk pasien yang mengalami sesak nafas, karena rumah sakit rujukan tidak menerima, dengan alasan sudah penuh dan semacamnya.

“Terpaksa menyiapkan gedung sebagai tempat rujukan untuk perawatan warga Sampang,” ulas Agus sambil menegaskan jika gedung BLK yang berada di Jalan Syamsul Arifin  dinilai sangat layak dan representatif untuk dijadikan sebagai ruang isolasi.

“Terpaksa kita harus siapkan semuanya, karena dari pengalaman kita kesulitan merujuk. Mulai dari peralatan dan tenaga medis serta sebagainya kita siapkan untuk isolasi ini,” kata Agus Mulyadi.

Gedung BLK tersebut, jelas Agus memiliki sebanyak 17 ruangan dengan kapasitas 65 tempat tidur dengan rata-rata per-kamar memiliki empat tempat tidur. Namun, untuk kebutuhan ruangan isolasi itu, pihaknya mengaku hanya menggunakan setiap ruangan maksimal hanya dua tempat tidur.

“Totalnya kami siapakna sekitar 34 tempat tidur untuk pasien yang perlu dilakukan isolasi, saat ini kita lagi ngedroup tempat tidur dan membenahi tandon air dan semacamnya,” ungkapnya.

Guna menyiapkan gedung khusus tersebut, Pemerintah Kaupaten Sampang menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk pengadaan peralatan. Namun,  persiapan dana terseut diakui Agus,  dimungkinkan bisa bertambah jika sewaktu-waktu, kondisinya sangat mendesak.

“Ini penting dilakukan guna bisa menangani dengan maksimal para pasien ODP,” pungkas Agus.

Sebelumnya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengungkapkan, untuk anggaran yang disiapkan oleh Pemkab Sampang dalam menangani covid-19 itu mencapai Rp7,2 miliar. Perincian Rp2 miliar bersumber dari dana cadangan di BPPKAD setempat, Rp2 miliar dari Dinkes Sampang, Rp500 juta dari Diskominfo setempat, Rp2,7 miliar dari Dana Desa (DD). Setiap desa di wilayah itu, harus mengalokasikan DD minimal Rp15 juta untuk penanganan covid-19 itu.

“Tentunya, kami sudah mengantisipasi dengan menyiapkan anggaran yang memadai untuk penanganan wabah virus corona ini, untuk saat ini, total dana yang disiapkan mencapai Rp7,2 miliar dari berbagai sumber,” singkatnya. (sub/bri).

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *