oleh

Samsat Pamekasan Pastikan Ranmor Dapat Relaksasi

Kabarmadura.id/Pamekasan–Gubernur Jawa Timur mengeluarkan kebijakan relaksasi dan insentif bagi masyarakat yang melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor (ranmor). Di Kabupaten Pamekasan, kebijakan tersebut dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat.

Kepala Pengelola Data Pelayanan Perpajakan (PDPP) Sistem Adimistrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pamekasan Hidayaturrahman mengungkapkan, kebijakan Gubernur Jawa Timur itu disambut baik oleh warga Pamekasa.

Bahkan manurutnya masyarakat Pamekasan antusias terhadap kebijakan insentif pajak dan relaksasi penundaan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Hal itu menurutnya berbanding lurus dengan efektifnya kebijakan tersebut di Kabupaten Pamekasan.

Pria yang akrab disapa Dayat tersebut memastikan ranmor yang terlambat membayar pajak, baik roda dua maupun roda empat, dipastikan mendapat relaksasi dan insentif pajak, yaitu 15 persen untuk roda dua dan 5 persen untuk roda empat.

“Semua kendaraan yang terlambat pembayaran pajaknya ketika mau membayar pajak itu otomatis akan mendapatkan pembebasan denda pajak,” ucapnya, Senin (10/8/2020).

Selain itu, Dayat menyampaikan, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor pada tahun ini menurun lantaran adanya wabah Covid-19. Dayat menyebutkan, tidak ada keringanan bea balik nama kendaraan bermotor.

Dia menegaskan, kebijakan keringanan pajak oleh Gubernur Jawa Timur tidak berlaku pada bea balik nama. Kendati demikian, dirinya mengaku tidak memiliki data detail mengenai jumlah kendaraan yang telah melakukan administrasi pajak secara rinci.

“Tidak ada kendaraan bermotor roda enam yang melakukan administrasi perpajakan, kendaraan roda enam hanya di kota-kota besar,” tutupnya. (ali/pin)

NO BULAN TAHUN 2019 TAHUN 2020
PKB BBNKB PKB BBNKB
Target Rp61.000.000.000 Target Rp32.000.000.000 Target Rp42.740.000.000 Target Rp23.800.000.000
Realisasi % Realisasi % Realisasi % Realisasi %
1 JANUARI 5,143,782,450 9,94 2,818,618,600 10,01 5,369,717,400 12,56 2,667,420,200 11,21
2 FEBRUARI 4,514,446,250 8,72 2,769,693,700 9,84 4,800,792,400 11,23 2,869,508,700 12,06
3 MARET 4,718,841,950 9,12 2,995,241,500 10,64 5,124,250,350 11,99 5,801,477,600 24,38
4 APRIL 4,582,706,450 8,85 2,675,496,400 9,5 4,120,282,850 9,64 3,289,884,400 13,82
5 MEI 5,210,338,650 10,07 3,425,481,000 12,17 3,957,126,100 6,49 1,540,832,700 7
6 JUNI 4,251,608,350 8,21 2,414,175,000 8,58 4,938,388,700 8,1 1,601,621,600 7,28
7 JULI 5,881,421,700 11,36 3,365,402,100 11,96 5,253,155,300 12,29 1,850,784,900 7,78
8 AGUSTUS 5,285,341,350 10,21 2,824,653,400 10,03        
9 SEPTEMBER 5,940,816,700 11,48 2,807,038,000 9,97        
10 OKTOBER 7,791,245,700 12,77 3,230,650,000 10,1        
11 NOVEMBER 7,545,786,450 12,37 3,686,160,000 11,52        
12 DESEMBER 8,555,097,050 14,02 4,527,946,700 14,15        
TARGET BULANAN PKB: 5,083,333,333 PKB: 5,124,666,667
BBN: 2,666,666,667 BBN: 1,983,333,333

Data Reaisasi Penerimaan PKB dan BBN KB. Sumber: PDPP Samsat Pamekasan

 

Komentar

News Feed