Sanggar Tari Tale Tresnah Pamekasan Jaga Eksistensi dengan Pertahankan Kreasi Tradisional

News41 views

KABARMADURA.ID | Dewasa ini, tidak sedikit komunitas tari di Pamekasan. Menjadi tantangan tersendiri bagi masing-masing kelompok untuk tetap bertahan dengan eksistensinya sebagai kelompok seni tari. Itulah yang dilakukan oleh Sanggar Tale Tresnah, komunitas seni tradisional yang konsisten lahirkan tari kreasi tradisional.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

Berdirinya Tale Tresnah tidak pernah lepas dari Evy Setiawati Sukmana, pendiri sekaligus owner sanggar Tale Tresnah. Berangkat dari cinta terhadap seni tradisional, pada 2006 silam Evy mendirikan Tale Tresnah. Hingga saat ini, Evy berhasil menjaga eksistensinya.

“Waktu itu sanggar seni hanya ada satu dua, tidak sebanyak sekarang. Jadi banyak yang nanya tentang kelas tari, jadi saya dirikan Tale Tresnah ini. Kebetulan latar belakang pendidikannya saya juga kesenian,” terang Evy kepada Kabar Madura, Minggu (3/12/2023).

Baca Juga:  Dispendukcapil Sampang Galakkan Inovasi Rela Berkorban

Demi menjaga eksistensi sanggarnya, Evy konsisten senantiasa menciptkan tari kreasi tradisional, seperti tari kembhang paraben, tari ajeleh sotrah, tari abathek, tari kembhang paseser, dan beberapa tari kreasi tradisional lainnya. Hal itu menjadi pembeda baginya dengan sanggar seni yang lain. Selain itu, sanggar yang berlokasi di Desa Pademawu Barat itu fokus pada tari tradisional Pamekasan sebagai upaya untuk melestarikan kearifan lokal Pamekasan.

“Tapi, jika siswa juga membutuhkan kompetensi lain yang bukan tradisional Pamekasan, kami tetap fasilitasi, namun fokusnya memang di tari tradisional khas Pamekasan,” tegasnya.

Evy mengungkapkan, dalam setiap gerakan yang ditampilkan mengandung histori berbeda sesuai dengan tema pertunjukannya. Dirinya harus melakukan observasi dan eksplorasi mendalam terhadap tema yang diusung dalam pertunjukannya. Sehingga bisa menghasilkan pertunjukan yang apik.

Baca Juga:  Ketua Saudagar Madura Inginkan Industri Rokok Bebas dari Cukai 

Semenjak berdiri, Tale Tresnah tidak hanya tampil di acara pemerintahan Kabupaten Pamekasan saja, namun juga pernah melalang buana tampil secara nasional. Bahkan siswa didikannya ada yang menjadi duta seni di Taman Mini Indonesia (TMI) sebanyak tujuh kali dan beberapa festival di tingkat Jawa Timur.

“Semenjak Covid, anak-anak mulai takut untuk latihan. Tapi lambat laun, mulai banyak lagi. Sekarang ada 17 siswa. Fokusnya memang di SMP sama SMA, untuk anak SD tidak,” ungkap Evy.

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *