oleh

Sanitasi Nihil, Kemajuan Desa Terhambat

Kabarmadura.id/SAMPANG-Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sampang menyebut, faktor yang menghambat desa maju dan berkembang didominasi ketersedian sanitasi dan penyediaan air bersih yang sangat minim, kendati kucuran dana desa (DD) terus meningkat setiap tahun.

Kepala bidang (Kabid) Sosial Budaya Sutrisno mangatakan, indikator untuk mengukur keberadaan desa dapat dikategorikan maju, berkembang dan tidak, mengacu pada 14 item. Namun, tidak semua indikator itu dapat terpenuhi oleh semua desa. Semisal indikator alam, seperti ketersedian sumber, akses dan fasilitas kesehatan, ketersedian lembaga pendidikan, dan sebagainya.

Menurut dia, di Sampang mayoritas desa tidak dapat memenuhi indikator ketersedian sanitasi, seperti jamban di setiap rumah warga dan akses ketersedian air bersih yang memadai. Semakin banyak penduduk desa yang memiliki dan menggunakan jamba serta mudah mengakses kebutuaha air bersih, maka otomatis desa tersebut semakin maju dan berkembang.

”Indikator yang paling sulit dipenuhi oleh mayoritas desa, berupa penyediaan sanitasi dan air bersih yang layak di semua rumah warga. Meski DD turus meningkat, hingga saat ini tetap banyak desa yang tidak maju dan berkembang,” kata Sutrisno, Selasa (12/3).

Ia menjelaskan, untuk indikator yang lain seperti akses menuju lembag pendidikan, ketersedian jalan yang bagus dan fasilitas kesehatan dan sebagainya, rata-rata desa syudah mampu memenuhi, hanya saja butuh waktu untuk pemeretaan, menginagat progfara DD masih digalakkan sejak tahun 2015 silam dan harus diupayakan secara bertahap.

”Mayoritas desa sudah memiliki akses jalan yang bagus yang dibangun melalui DD. Jarak tembuh ke sekolah di setiap desa tidak terlalu jauh dan fasilitas kesehatan relatif mamadai. Hampir 100 persen warga sudah menikmati listrik, hanya belum memiliki KWH meter sendiri. Ini harus dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Suhanto menegaskan, desa di wilayah itu yang sudah berstatus maju baru dua. Sedangkan desa yang berkembang sekitar empat, sementara puluhan desa lainnya, masih kurang berkembang, karena belum bisa memenuhi indikator.

Sambung dia, desa yang sudah maju dan berkembang tersebut tahun ini diikutkan lomba desa tingkat kabupaten, sedangkan desa yang kurang berkembanga harus bisa berbenah diri dan melengkapi berbagai item indikator itu, dengan melengkapi sarana dan prasara desa melalui program DD, saat ini, perhatian pemerintah pusat untuk memajukan dan memandirikan desa sangat besar.

”Prinsipnya, kami terus melakukan pembinaan kepada pemerintah desa untuk terus melengkapi indikator itu. Namun, upaya tersebut harus dilakukan secara bertahap,” ucap Suhanto. (sub/nam)

Komentar

News Feed