oleh

Sanksi Oknum Guru PNS Pelaku Pelecehan Seksual Tunggu Hasil Pemeriksaan

KABARMADURA.ID, Sampang -Kelanjutan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), di salah satu sekolah dasar (SD) yang berada Kecamatan Sampang hingga saat ini belum bisa diberikan sanksi.

Pasalnya, untuk diberikan sanksi kepada oknum guru tersebut masih perlu dilakukan pemeriksaan oleh tim yang terdiri dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Inspektorat Sampang untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKPSDM Sampang, Arif Lukman Hidayat menyampaikan, menyikapi PNS yang diduga melakukan pelecehan seksual masih dalam tahap koordinasi dengan Inspektorak. Untuk melakukan pemeriksaan kepada pelaku masih membutuhkan tahapan-tahapan karena pemeriksaan itu bukan hanya dilakukan kepada pelaku tetapi pihak korban.

“Untuk kasus itu kami tidak bisa berikan tindakan, karena kami masih akan koordinasi dengan inspektorat untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya, Rabu (5/11/2020).

Adapun sanksi yang akan diberikan kepada PNS yang berinisial (UR) tersebut dirinya tidak bisa menguraikan, karena untuk diberikan hukuman fisik itu mengacu pada hasil pemeriksaan.Selain itu, kasus tersebut masih praduga jadi tidak bisa dipastikan.

Disinggung gambaran soal sanksi yang akan diberikan pada oknum tersebut tidak bisa menguraikan. Namun dirinya menggambarkan perbuatan yang sangat tidak senonoh bisa mengancam statusnya sebagai PNS.

“Jadi nanti kami itu akan koordinasi dengan Inspektorat dan Dinas Pendidikan Sampang, kemudian hasilnya diberikan ke bupati, dan untuk sanksinya ini masih nunggu hasil pemeriksaan,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Nur Alam menuturkan, jika dirinya sudah melakukan pemanggilan kepada guru yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada siswanya. Akan tetapi saat diintrogasi guru tersebut tidak mengakui.

Bahkan membuat surat pernyataan di atas materai 6.000 yang isinya tidak mengakui perbuatannya tersebut. Sehingga, dari hasil pemanggilan tersebutia  langsung membuat surat laporan kepada Bupati Sampang, dengan tembusan surat kepada pihak inspektorat dan juga BKPSDM.

“Sudah kami panggil pad tanggal 26 Oktober, dan tidak mengakuinya. Dan hasilnya sudah kami laporkan kepada bupati dengan surat tembusannya ke Inspektoran dan BKPSDM,” cetusnya.

Sehingga dengan ini, dirinya menekankan kepada semua guru di Sampang harus mampu mendidik dengan baik para siswanya. Terlebih seorang pendidik tersebut ibaratkan orang tua.

“Guru ini sudah lama ngajar di SD Kecamatan Sampang, dan saya masih belum percaya soal kasus ini, karena guru ini sama halnya orang tua siswa,” pungkasnya. (mal/mam)

Komentar

News Feed