oleh

Sanksi Staf Kecamatan Karang Penang Tunggu Surat Resmi

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat staf Kecamatan Karang Penang, yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga saat belum ada tindak lanjut terkait sanksi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang.

Pelaku dengan inisial F sudah ditetapkan sebagai tersangka melakukan penganiayaan kepada pasangan suami istri (pasutri) di Desa Patapan pada bulan Agustus 2020. Kendati sudah ada penetapan status tersangka namun sampai saat ini belum ada kejelasan terkait sanksinya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKPSDM Sampang Arif Lukman Hidayat menuturkan, jika penangkapan F dirinya tidak mengetahui secara resmi. Seba, hingga saat ini tidak ada surat yang resmi dari kecamatan maupun dari polsek yang mengamankan. Bahkan dirinya mengetahui adanya penangkapan tersebut berdasarkan pemberitaan di media.

”Sudah komunikasi dengan pihak camat, selaku atasan dari F, agar mendapatkan surat penahanan untuk disampaikan ke Bupati Sampang agar diproses lebih lanjut.,” jelasnya.

Tetapi, kata Arif sanksi yang akan diterima oleh F atas status PNS tersebut mengacu pada proses hukuman, sehingga ketika proses hukumanya dua tahun maka F tersebut bisa kembali lagi. Dikatakannya selama dua tahun F tersebut diberhentikan sementara, sebab masih menerima honor 50 persen.

“Kami nunggu surat penahanan dari camatnya. Jika F itu ditetapkan dan ditahan sanksi yang akan diberikan itu berupa pemberhentian sementara,” tuturnya Selasa (17/11/2020).

Sementara itu, Kapolsek Torjun Sampang Iptu Heriyanto menuturkan, terkait penahanan F ini atas dasar penyidikan sebelumnya, karena ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan kepada pasangan suami istri (Pasutri) di desa Patapan pada bulan Agustus kemarin. dan untuk surat penangkapan sudah disampaikan kepada pihak kecamatan.

“Kami sudah amankan, dan suratnya sudah kami sampaikan setelah dari penangkapan itu,” katanya dengan nada keburu.

Sebelumnya, Camata Karang Penang Syamsul Arifin menuturkan, bahwa F tersebut memang sudah lama tidak masuk dengan alasan tidak jelas. Karena F tersebut merupakan perangkatnya maka ditegur dan sudah disurati, tetapi tidak ada reaksi apapun dari F.

“Sudah kami tegur karena memang lama gak masuk, dan informasinya sudah ditangkap,” pungkasnya. (mal/mam).

Komentar

News Feed