oleh

Santri Ultimatum Polres 3 Hari Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian Kiai

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Ratusan santri dan warga nahdliyin mendatangi markas Kepolisian Resor (Mapolres) Pamekasan, Minggu (4/9/2020).

Aksi itu buntut munculnya ujaran kebencian dari akun facebook bernama Muhamad Izzul terhadap Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan KH. Taufik Hasyim yang disebutnya sebagai simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI)

Tindakan yang dinilai telah mencemarkan nama baik ulama NU itu bermula pada unggahan status di akun facebook Muhammad Izzul yang diunggah pada 30 September lalu.

Dalam postingannya, dia membagikan link berita ajakan ketua PCNU Pamekasan kepada warga nahdliyin untuk tidak terpengaruhi isu PKI, kemudian dia menulisakan caption “Simpatisan PKI sejak dulu,”.

Caption itulah yang kemudian mengundang kemarahan ribuan warga nahdliyin di Pamekasan, hingga kemudian Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Pamekasan geram dan mendatangi Mapolres Pamekasan pada Jumat malam sekitar pukul 18.00 waktu setempat guna melaporkan akun yang tidak diketahui milik siapa tersebut.

Ketua PC GP Ansor Pamekasan Syafiuddin menegaskan, pihaknya tidak akan membiarkan pelaku ujaran kebencian tersebut bebas berkeliaran di luar sana. Pihaknya bertekad, dari sejumlah kasus ujaran kebencian yang telah terjadi, untuk kejadian yang satu ini pihaknya tidak lagi akan mudah memaafkan begitu saja.

Bahkan dia menegaskan, kasus ini tidak akan hanya berakhir dengan materai yang mengartikan bahwa tidak ada kata maaf bagi pelaku yang telah melecehkan nama baik ketua PCNU Pamekasan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Sumber Anom, Angsanah, Palengaan tersebut.

“Kami tidak butuh kata maaf dari pelaku dan tidak ada materai untuk kali ini. Kami sudah cukup berdiam dan bersabar selama ini. Kami tempuh jalur hukum,” tegasnya.

Sehari berselang, karena belum menerima perkembangan dari Polres Pamekasan, sekitar 500 orang santri, warga nahdliyin dan alumni Pondok Pesantren Sumber Anom berunjuk rasa mendatangi Mapolres Pamekasan dengan atribut akasi berupa bendera dan masker yang menempel di semua mulut masa aksi.

Koordinator lapangan (korlap) aksi Maltuful Anam menuturkan, pihaknya yakin Polres Pamekasan bisa dengan mudah mengungkap pemilik akun Muhammad Izzul yang di dalamnya tidak meninggalkan jejak identitas asli pemilk akun tersebut.

Tinggal bagaimana keseriusan Polres dalam mengungkap kasus tersebut hingga tuntas. Bahkan, pihaknya mengultimatum Polres untuk segera mengungkap dan meringkus pelaku selama 3 hari mendatang.

Pihaknya berjanji, jika selama 3 hari mendatang Polres belum menemukan pelaku, maka Kabupaten Pamekasan akan dibanjiri dengan lautan manusia yang akan turun aksi memperjuangkan marwah dan nama baik ulama NU.

“Kalau memang kasus ini diseriusi oleh Polres, tidak butuh waktu lama untuk meringkus pelaku. Maka dari itu, jika 3 hari tidak ada perkembangan, kami akan datang lagi dengan jumlah masa yang berlipat-lipat,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar menyampaikan, laporan mengenai kasus tersebut baru masuk ke pihaknya, dan pihaknya butuh waktu untuk memproses. Namun demikian, pihaknya mengaku akan segera mengusut kasus tersebut secepatnya, karena dia menyadari, bahwa kasus semacam itu yang berpotensi mengadu domba masyarakat.

Apip menegaskan, pihaknya akan professional dan proporsional dalam menangani kasus tersebut hingga tuntas. Bahkan menurutnya, warga nahdliyin diminta untuk melaporkan jika ada perkembangan informasi. Serta diminta untuk tidak ragu-ragu mengawal pihaknya dalam mengungkap kasus tersebut.

Menurutnya, kasus tersebut akan bisa terungkap secepatnya karena pihaknya memiliki tim yang solid dan bekerja secara professional. Bahkan pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Timur.

“Kami hanya ingin sesegera mungkin kasus ini terungkap, secepat mungkin, jangan bertele-tele, kami punya tim, kami punya sumber daya, namun demikian mohon bersabar, ini semua butuh waktu,” ucapnya di hadapan masa aksi. (ali/waw)

Komentar

News Feed