Santunan Anak Yatim; Bahagia Muharram Cinta Duafa

  • Whatsapp
PEDULI: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat memberikan santunan dan  mencium kening para anak yatim.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Pamekasan bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri, menggelar santunan untuk anak yatim di Mandhepah Agung Ronggo Sukowati, Pamekasan, Selasa (17/9/2019).

Kegiatan yang mengambil tema Bahagia Muharram Cinta Duafa itu, dihadiri  oleh 100 lebih anak yatim, ketua Ikatan Alumni Sidogiri Pamekasan, kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan dan asisten Pemerintahan Pemkab Pamekasan.

Kehadiran Bupati Pamekasan Baddut Tamam di lokasi acara, langsung disambut dengan lantunan sholawat dari para hadirin. Tidak lama setelahnya, dilanjutkan dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada kepada sejumlah anak yatim.

Dalam sambutannya, Bupati Baddrut menegaskan, di pemerintahannya, setiap ada acara selalu dibuka dengan lantunan sholawat nabi. Sebab pihaknya merasa, semua rencana yang sudah dirancang luar biasa di pemerintahannya tidak akan terimplementasi tanpa pertolongan dari Allah.

Bupati juga mengapresiasi kerja sama dengan LAZ Sidogiri  dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dia berharap, kerja sama tersebut bisa berkelanjutan.

Seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, bupati muda itu juga mengurai tentang lima program prioritas pembangunan di masa kepemimpinannya. Program itu, antara lain reformasi birokrasi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi.

Di bidang reformasi birokrasi, Pemkab Pamekasan sudah membangun Mall Pelayanan Publik (MPP). Yang istimewa, Pamekasna jadi kabupaten keempat di Jawa Timur (Jatim) serta menjadi kabupaten tercepat di Indonesia dalam mendirikan MPP. Bahkan telah diakui sebagai rekor yang dikeluarkan Museum Rekor Indonesia (Muri).

Di bidang pendidikan, adalah beasiswa santri yang segera bisa dilaksanakan. Termasuk rencana memondokkan anak-anak miskin di desa. Di bidang kesehatan, akan memberikan mobil sehat setiap desa.

Di bidang infrastruktur, akan menyelesaikan masalah krisis air di 325 dusun dari 82 desa di Pamekasan yang setiap tahun mengalami krisis air. Untuk itu, Pemkab Pamekasan bekerjasama dengan Australia untuk mengkaji lebih dalam tentang potensi air bawah tanah.

Pada bidang ekonomi, telah merancang program desa tematik, yakni menumbuhkan perkonomian desa sesuai dengan potensi ekonominya masing-masing. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *