Sapi Warga Sumenep Mati Mendadak, Diduga Penyakit LSD

News116 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memiliki pekerjaan rumah (PR) baru setelah salah satu sapi milik warga Sumenep mati akibat terserang penyakit lumpy skin disease (LSD) atau cacar sapi.

Berdasarkan pantauan Kabar Madura, sapi milik warga di Sumenep itu mati karena terserang penyakit LSD, atau masyarakat menyebut penyakit lato-lato, karena banyak benjolan-benjolan pada kulit hewan tersebut.

Sapi tersebut milik Syukron Jazila, warga Dusun Bara’ Leke, Desa Errabu, Kecamatan Bluto. Dia mengakui bahwa sapinya mati karena terserang penyakit LSD. Menurutnya, penyakit yang menyerang sapi itu sudah ada sejak 10 hari yang lalu.

“Sapi saya mati karena ada penyakit di kulitnya  ada benjolan-benjolan, baru sekitar pukul 17.00 WIB kemarin mati,” katanya, Senin (12/2/2024).

Sapi berusia 8 bulan itu sejatinya hampir dijual. Matinya  seketika, meski pagi harinya masih makan. Hal itu membuatnya bingung dan merasa rugi.

Baca Juga:  Ada Tunggakan 20 Tahun, Legislator Sumenep Curiga Ada Penyimpangan Retribusi Pasar

Dia yakin sapi tersebut karena terserang penyakit LSD, karena  memenuhi ciri-ciri penyakit LSD. Harapannya ada perhatian  Pemkab Sumenep, misalnya adanya bantuan.

“Agar kami tidak merugi diharapkan ada bantuanlah,” kata Syukron.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari mendesak agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait  kerja intens turun lapangan, karena kematian sapi pada milik warga akibat terserang penyakit LSD itu menjadi perhatian publik.

“Tentu semua lapisan masyarakat Sumenep menginginkan sapinya tidak terinfeksi penyakit LSD, apalagi sampai mati,” paparnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menanggapi serius laporan masyarakat yang sapinya mati karena penyakit LSD. Dia menilai OPD terkait terkesan lalai dalam menangani kasus itu.

“Ini harus diseriusi, perlu perhatian pemerintah terkait penyakit LSD ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Beri Apresiasi atas Jalinan Kerja Sama UNIBA Madura, BPIP, dan LPSK

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Arif Firmanto belum berhasil dikonfirmasi, dihubungi  berkali-kali tidak ada jawaban, bahkan pada saat didatangi ke kantornya tidak berhasil ditemui.

Sebelumnya, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep drh. Zulfa mengakui bahwa penyakit LSD hampir meluas pada seluruh kecamatan di Sumenep.

“Berdasarkan dari laporan yang masuk ke kami, hampir semua kecamatan yang sapinya terinfeksi penyakit (LSD),” ujarnya.

Awal mula penyakit LSD masuk ke Sumenep karena dibawa oleh sapi luar daerah yang baru dibeli dari pasar. Setelah itu, menyebar pada sapi lain yang dipelihara peternak di rumahnya.

“Ciri-ciri penyakit LSD hampir seluruh tubuh sapi itu ada benjolan seperti lato-lato itu,” kata dia.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *