Sarpras Pendidikan di Sampang Terpenuhi 

(FOTO: KM/IST FOR KM) TEGUH SUPARYANTO-Kepala SMPN 1 Sampang

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Dari sektor pendidikan, kepemimpinan pasangan H. Slamet Junaidi dan H. Abdullah Hidayat (Jihad) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sampang mampu menyediakan sarana dan prasarana (sarpras) yang cukup memadai. Terutama di berbagai sekolah yang mampu mendorong terwujudnya pendidikan karakter.

Seperti ketersediaan gedung dan fasilitas di sekolah sebagai media belajar guna meningkatkan skill dan karakter peserta didik. Semua itu diwujudkan dalam bentuk program pembangunan gedung, sarpras sekolah dan berbagai kebijakan di sektor pendidikan. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sampang Teguh Suparyanto, Minggu (30/1/2022).

Menurutnya, semua gedung dan fasilitas yang ada di lembaga pendidikan guna memaksimalkan penanam pendidikan karakter terhadap para peserta didik. Semisal keberadaan kantin, bisa dijadikan sebagai media belajar oleh guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). “Bagaimana berwirausaha, mengembangkan skil atau keterampilan peserta didik dalam memasak dan menyajikan produk yang memiliki nilai tawar,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Sedangkan sarana olahraga yang ada di SMPN 1 itu, bisa dimanfaatkan sebagai media belajar oleh guru olahraga. Serta fasilitas lainnya yang dimanfaatkan sebagai media belajar oleh guru sesuai bidangnya masing-masing. “Untuk merdeka belajar, para guru dan siswa sudah diberi kebebasan berinovasi seluas-luasnya dengan konsep wisata belajar yang memanfaatkan sarpras sekolah yang sudah disediakan oleh pemerintah,” tuturnya.

Dia membeberkan, para guru harus punya produk. Semisal guru bahasa Indonesia, minimal harus berhasil mendidik siswa bisa membaca dan menulis serta memiliki satu buku. Sehingga memiliki produk yang jelas. Semua itu,  kuncinya media belajar untuk menumbuhkan karakter siswa dengan memanfaatkan sarpras sekolah dan inovasi.

“Kami tidak ingin peserta didik di SMPN 1 ini, lulus hanya memiliki ijazah yang ada nilainya, tetapi siswa harus berbuat dan memiliki produk, semisal satu siswa satu buku dan produk lainnya,” jelasnya. (*)

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.