oleh

Satgas Covid-19 Bangkalan Bantah Tudingan Tindakan Diskriminatif ke Masjid

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Adanya tudingan terjadi tindak diskriminasi, langsung dibantah oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan.

Melalui Humas Gugus Tugas Bangkalan Agus Zein dikatakan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangkalan mengaku tidak pernah melakukan kebijakan penutupan masjid di Dusun Sekar Bungoh Sukolilo Barat, Kecamatan Labang.

Agus menuturkan, adanya penutupan pintu pagar masjid atas inisiatif sekaligus dilakukan oleh keluarga pengasuh pondok pesantren dalam rangka menyelamatkan jemaah masjid dan para santri dari penularan Covid-19.

“Penutupam dilakukan atas inisiatif yang telah dilakukan oleh pihak keluarga dengan tujuan menyelamatkan masyarakat. Bukan dari kami,” katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan, Ainul Ghufron. Menurutnya, tidak ada diskriminasi dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19.

Mengenai adanya toko serba ada (toserba) yang tetap diizinkan beroperasi, Ainul menyampaikan, sudah melayangkan surat peringatan kepada toserba tersebut untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Munculnya isu diskriminatif itu, dinilai masyarakat ada ketidakadilan dalam menangani kasus Covid-19. Di mana, ada masjid yang ditutup sementara toserba Tom & Jerry dibiarkan buka. Padahal salah seorang karyawannya berinisial HW (63) divonis terinfeksi Covid-19 dan teridentifikasi sebagai pasien ke-34 Bangkalan.

“Sudah kami tegur melalui surat jumat kemarin, supaya proaktif dan turut serta melakukan pencegahan dengan protokol yang sudah ada. Jadi, tidak ada diskriminasi,” terangnya.

“Sedangkan, kalau masjid ditutup itu kan atas permintaan takmir sendiri, dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran,” imbuhnya.

Ainul mengatakan, bahwa sejauh ini pihak manajemen toserba Tom & Jerry kooperatif dengan teguran yang dilayangkannya. Meskipun sebelumnya, sempat pasif dengan tidak melapor pada Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan. Tetapi, mulai 2 Juni 2020, manajemen toserba tersebut telah ber-inisiatif melakukan penutupan sementara.

“Harapan saya isu ini jangan digoreng ke ranah politis, apalagi ditarik ke arah unsur SARA, karena ini murni masalah kesehatan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan KH. Makkih Nasir menilai ada kesalahpahaman masyarakat dengan tim gugus tugas. Sebab, saat itu, ada rumah ibadah yang ditutup dan toserba yang tetap diberikan izin beroperasi. Akhirnya, masyarakat mempertanyakan hal tersebut.

“Kemarin sudah diklarifikasi oleh tim gugus Bangkalan, saya harap ini tidak berpolemik panjang dan hari ini informasinya toserba tersebut sudah ditutup sementara,” tukasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed