Satgas Covid-19 Bangkalan Segera Atur Teknis PTM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) TUNGGU KEPUTUSAN: Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) masih menunggu hasil koordinasi dengan tim Satgas Covid-19 di Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Syarat pembelajaran tatap muka (PTM) di Bangkalan sudah memenuhi syarat. Sehingga, direncanakan PTM dalam waktu dekat. Sebab, sesuai ketentuan sudah diperbolehkan usai turunnya level pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari level 4 ke level 3.

Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengaku, sudah meminta izin kepada bupati. Namun, disposisinya harus dirapatkan dengan tim Satgas Covid-19. “Pak bupati sudah merestui, tapi masih akan kami rapatkan dengan tim satgas untuk kepastiannya,” ujarnya, Rabu (25/8/2021).

Bahkan, dia berjanji akan mengupayakan agar secepatnya PTM itu bisa dilaksanakan. Tentunya, dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes). “Insyaallah secepatnya, kami menginginkan bulan September sudah bisa dilaksanakan, tentunya dengan persetujuan tim satgas,” paparnya.

Sedangkan untuk persiapan sudah dilakukan di masing-masing sekolah. Namun, untuk teknisnya tetap mengacu pada Peraturan Dalam Negeri (Permendagri) dan melalui kajian dari pihak terkait, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes). “Kalau sekolah sudah siap, tapi untuk siswa yang masuk tetap 50 persen,” terangnya.

Kemudian, mengenai ketentuan yang boleh masuk hanya siswa yang sudah divaksin atau tidak, tergantung hasil evaluasi tim satgas. Sedangkan, kurikulum yang diterapkan ketika pelaksanaan PTM, kemungkinan tetap menggunakan kurikulum darurat. Sebab, proses pembelajarannya akan dibagi dua. Yakni, PTM dan daring.

“Kami hanya manut ke tim satgas. Kalau prosesnya nanti, tetap ada yang daring dan ada yang luring, jadi tetap menggunakan kurikulum darurat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menyarankan, agar pada pelaksanaan PTM nanti, semua siswa bisa memilih. Jika memang belum mau masuk PTM, agar diberikan kebebasan untuk memilih. “Meski nanti bisa PTM, saya harap siswa bisa menyesuaikan, jadi tidak harus ofline semua,” sarannya.

Sebab sesuai kondisi masyarakat, belum semuanya meyakini bahwa PTM nanti aman. Sehingga, harus benar-benar atas pengetahuan orangtua. Terlebih, memang secara teknis belum diatur. “Saya harap, ini nanti bisa jadi pertimbangan untuk diterapkan,” pungkasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *