Satpol PP Pamekasan Pilih Langkah Humanis Tertibkan PKL Liar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BANDEL: Sejumlah penjual jasa wahana bermain di area Arlan tetap beroperasi saat malam hari meski dilarang Satpol PP.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Dalam penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 di Pamekasan, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) kerap beroperasi di beberapa lokasi yang dilarang. Salah satunya di area Monumen Arek Lancor (Arlan).

Bahkan, saat malam hari, Arlan sering ditempati para penjual jasa bermain untuk anak. Tidak jarang beberapa PKL dengan gerobak dorong juga beroperasi di sana. Kepala Satuan Polisi Pamong (Sapol PP) Pamekasan Kusairi mengaku telah berusaha menertibkan mereka. Namun, menurutnya, para PKL membandel.

Bacaan Lainnya

Mantan Camat Tlanakan dan Batumarmar itu mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab, selain pihaknya sudah berusaha menertibkan dan mengedukasi mereka untuk tidak beroperasi di area Arlan, pihaknya juga mengaku iba dengan mereka. Ia menjelaskan, saat PPKM, masyarakat mengalami keterpurukan ekonomi.

“Ya mau bagaimana lagi, sudah ditertibkan tapi bandel. Karena kan ini masih PPKM. Ekonomi mereka sedang sulit,” ungkap Kusairi.

Selain itu, pihaknya memilih untuk mengambil langkah humanis dengan mengedukasi dan memberikan penyadaran secara baik-baik agar mereka tidak lagi beroperasi di sana. Tidak hanya, di area Arlan, PKL dengan juga kerap beroperasi di lokasi eks rumah sakit umum di Jalan Kesehatan. Kendati tempat itu dikhususkan untuk PKL, namun tempat itu belum diresmikan.

Ia mengaku masih akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pamekasan mengenai teknis pembagian tempat bagi para PKL di lokasi eks rumah sakit umum. Sebab menurutnya, yang saat ini menempati tempat itu belum tentu mendapat jatah lokasi, karena dinas terkait telah memploting untuk PKL yang telah terdaftar.

“Kami hanya bisa mengedukasi mereka agar bisa patuhi perda. Kami juga butuh bantuan semua pihak agar ikut mengedukasi,” pungkasnya. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *