Satpol PP Sampang Paksa Operasikan Dua Mobil Damkar Tidak Layak Pakai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) RUSAK: Dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang disiagakan di wilayah perkotaan Sampang semuanya tidak layak digunakan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Dua mobil pemadam kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang tidak layak pakai. Hanya saja, dua unit kendaraan tersebut tetap dioperasikan ketika ada peristiwa kebakaran. Sebab ketersediaan armada damkar cukup minim. Hal ini diungkapkan Kepala Damkar Satpol PP Sampang Achmad Huzaini, Kamis (23/9/2021).

Menurutnya, sebanyak 6 unit jumlah keseluruhan damkar di instansinya. Rinciannya, tiga unit kendaraan khusus damkar, dua unit untuk mobil tangki penyuplai air dan satu mobil umum yang diterjunkan ke semua lokasi. Namun dari tiga unit mobil damkar, sebanyak dua kendaraan mulai mengalami penurunan performa.

Bacaan Lainnya

Sehingga berpengaruh pada kecepatan kendaraan ketika melaksanakan tugas. Sedangkan satu unit kendaraan, ditempatkan di wilayah utara. Tepatnya di Kecamatan Ketapang. Sementara dua unit di wilayah perkotaan dan semuanya rusak. “Kami terpaksa masih menggunakannya. Karena kendaraan yang bisa dibuat pendukung minim. Sementara ini, kedua kendaraan tetap diterjunkan ke lokasi kebakaran,”  ujarnya.

Pihaknya menegaskan, kondisi mesin dua kendaraan damkar sering mati. Sehingga tidak bisa difungsikan dalam kondisi tertentu. Selain itu, kecepatan untuk tiba di lokasi kejadian sangat mengkhawatirkan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sementara, dua mobil damkar yang tidak normal dioperasikan semaksimal mungkin.

Bahkan untuk memaksimalkan pemadaman api, terkadang menggunakan mobil tangki dilengkapi pendorong air. Sehingga bisa membantu percepatan pemadaman api di lokasi kejadian. “Namun sampai saat ini, mobil damkar rata -rata mengalami mesin mati setelah selesai melakukan pemadaman. Sehingga kendala kerusakan bisa diantisipasi,” tegasnya.

Dia mengaku, belum bisa melakukan pengadaan mobil damkar. Sebab anggaran di internalnya masih minim. Sehingga hanya fokus pada pemeliharaan rutin, pengecekan dan perawatan yang dilakukan secara berkala. “Untuk diajukan ke pemkab, sementara tidak memungkinkan. Karena belanja satu unit kendaraan harganya mencapai ratusan juta,” paparnya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *