oleh

Satpol PP Sumenep Bakal Tutup Wisata yang Abaikan Protokol Kesehatan

Kabarmadura.id/Sumenep-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Sumenep terus melakukan pengawasan terhadap pariwisata di Sumenep yang sudah beroperasi saat ini. Sebab, di masa wabah Covid-19 sangat rawan kerumunan di beberapa wisata.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Purwo Edi Prasetia mengatakan, Satpol PP terus melakukan operasi gabungan dengan tim Covid-19. Nantinya yang melanggar akan ditutup dan akan dibuka setelah memenuhi protokol kesehatan.

“Kami menyiagakan personel di beberapa titik lokasi wisata yang menjadi tempat keramaian untuk mengoptimalkan pengawasan kepatuhan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” katanya, Selasa (4/8/2020).

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pengawasan, pihaknya sudah memberikan 6 teguran tertulis terhadap tempat wisata agar terus menerapkan protokol kesehatan.

“Bentuk kegiatan ini selain memberikan edukasi pada masyarakat juga mencegah Covid-19,” ujarnya.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, pengamanan polres di lokasi wisata Sumenep sudah dilakukan. Bahkan, setiap hari melakukan patroli dan himbauan berupa woro-woro untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kemarin yang diberi teguran di objek wisata Pantai Sembilan. Sebab, pengunjung tidak memakai masker,” ujarnya.

Beberapa personel sudah dikerahkan sebanyak kurang lebih 112 dan dibantu oleh polsek di seluruh kabupaten Sumenep. Sehingga, masyarakat tidak sembarangan dalam melakukan kunjungan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Bambang Irianto menyampaikan, sebenarnya destinasi wisata sudah mulai dibuka. Tetapi, secara resmi masih belum ada surat resmi.

“Semua pariwisata sudah siap semua tetapi secara resmi tidak ada yang mengantongi,” paparnya.

Semua wisata yang dibuka saat ini memang belum diakui oleh pemerintah. Sebab, prosesnya masih berjalan.

“Sebenarnya, dari Disparbudpora sudah menutup. Tetapi, saat ini buka kembali,” ujarnya.

Dirinya, saat ini terus dilakukan dan mewanti-wanti agar terus disesuaikan dengan prosesdur termasuk melakukan permohonan pada gugus tugas Covid-19. Setaelah permohonan diajukan, maka dilakukan verifikasi ke lapangan.

“Tidak satupun pariwisata yang memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Dijelaskan, pengelolaan wisata bermacam-macam. Di antaranya pengelolaan dari pemerintah seperti Museum, Pantai Lombang, dan Slopeng dan ada pula yang dikelola melalui BUMDes misalnya Pantai Sembilan dan ada pula yang dikelola Pokdarwis seperti Pantai Ropen dan ada pula yang dikelola pribadi atau Investor seperti pantai Gua Sukarno, Tectona, Water Park dan Bukit Tinggi.

“Yang menjadi prioritas saat ini yakni Pantai Gili Labak, Gili Iyang, dan Pantai Sembilan. Sebab, banyak pengunjung,” ujarnya.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Abd Rahman Readi mengatakan, tidak semua wisata mengajukan permohonan izin. Untuk saat ini, yang mengajukan baru ada dua yakni Gua Sukarno dan Water Park Sumekar. Namun, masih belum lengkap persyaratan, sehingga ia meminta agar semuanya harus mengacu pada protokol kesehatan. (imd/pai)

Komentar

News Feed