Satpol PP Sumenep Dituding Asal-asalanTutup Paksa Cafe

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DISEGEL: Satpol PP yang sedang mengadakan razia protokol kesehatan, menutup paksasalah satu cafedengan alasan tidak melengkapo izin.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep dinilai asal-asalan dalam penyegelan kafe yanga tidak mematuhi protokol kesehata (prokes) dan tanpa izin operasional.

Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Perda Satpol PP Sumenep Taufiqurrah menyampaikan, ada tiga cafe yaitu Cafe Cuan, Tecafe86, dan Cafe jipex Teen Eater. Ketiganya secara terbukti melanggar prokes dan izinnya.

Bacaan Lainnya

“Kami memang gabungan untuk patroli, siang dan malam untuk memantau aktivitas masyarakat. Bahkan kami melakukan penutupan salah satunya karena tidak ada izinnya,” katanya, Rabu (9/1/2021).

Owner Cafe JipexTeen, Tommy Dwierta menilai, penegakan dari Satpol PP tidak mendasar, sebab aktivitas cafenya sudah sesuai prokes.

Jika persoalan waktu sampai pukul 20:00,pemilik café di jalan Sludang itumengaku tidak tahu, karena instruksi atau edaran yang terpampang di cafenya berdasarkan rekomendasi tim satgas Covid-19, masih diizinkan buka sampai pukul 21:00.

“Kami tunjukkan tempat cuci tangan ada, bahkan di luar dan di dalam ada. Eh malah mereka ngotot kami tidak berizin yang menjadi alasan penutupan,” ungkapnya.

Padahal pihaknya sudah mengurus proses perizinannya, tapi belum diterbitkan.

“Itu kan sama dengan izin wisata, wisata tetap buka sambil ngurus izin,” lanjutnya.

Menanggapi persoalan itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep Didik Wahyudi mengaku, penutupan cafe tidak ada kaitannya dengan proses izin.

“Tidak ada kaitan dengan kami, itu murni karena prokesnya. Kalau persoalan izinnya tidak ke penutupan,” jelasnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *