oleh

Satreskrim Polres Sampang Akui Kesulitan Ungkap Kasus Pembobolan Sekolah

Kabarmadura.id/Samapang-Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Sampang, mengaku kesulitan untuk mengungkap kasus pembobolan 7 sekolah di wilayah setempat. Petugas mengaku, minimnya petunjuk menjadi kendala ungkap kasus tersebut.

Kepala Satreskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang mengatakan, pihaknya mengaku kesulitan untuk mengungkap kasus kebobolan sekolah-sekolah itu. Pihaknya mengaku sulit mendapatkan petunjuk saat mendalami kasus yang menghilangkan fasilitas sekolah tersebut.

Seharusnya kata dia, setiap sekolah memiliki tanda atau stiker khusus yang ditempel pada fasilitas yang menjadi inventaris sekolah tersebut. Menurutnya, tidak adanya tanda pada fasilitas sekolah itu, membuat pihaknya kesulitan mengungkap kasus tersebut.

“Kendala kami untuk menulusuri fasilitas yang hilang itu karena tidak ada petunjuk, seharusnya alat inventatis ada capnya. Karena tidak serta-merta petugas itu masuk,” ungkapnya, Kamis (26/3/2020).

Saat ini lanjut dia, untuk mendalami kasus tersebut, pihaknya sudah menyusuri dugaan keterlibatan penjaga sekolah ataupun pihak sekolah. Hasilnya, tidak ada satupun dari penjaga sekolah yang bermasalah.

“Saksi yang sudah kami periksa penjaga sekolah, kepala sekolah, gurunya tapi semuanya tidak mempunyai musuh,” imbuhnya.

Akibatnya, petugas mengalami kesulitan untuk mencari keberadaan fasilitas sekolah yang sudah hilang tersebut. Bahkan, dirinya mengaku kesulitan untuk melakukan penelusuran lokasi atau tempat penadah barang hasil curian itu.

“Fasilitas yang hilang itu bisa jadi dijual ke Surabaya, ke Pamekasan atau ke Bangkalan,” tuturnya. (mal/pin)

 

Komentar

News Feed