oleh

Satria Tama Belajar dari Kegagalan

Kabarmadura.id-Perjalanan Timnas Indonesia U22 di kualifikasi Piala Asia U23 2020 sudah dipastikan gugur. Pasalnya, Satria Tama dan kawan-kawan menelan dua kali kekalahan dari Timnas Thailand U22 (4-0) dan Timnas Vietnam U22 (1-0).

Pada pertandingan kontra Timnas Vitnam U22, Minggu (24/3) malam, penjaga gawang Madura United, Satria tampil sejak peluit tanda kick-off dibunyikan. Dan, dia mampu menjadi aktor antagonis bagi penyerang tim lawan hingga waktu normal lewat aksi-aksinya yang heroik.

Sayang, Tim Garuda Muda kecolongan pada additional time. Pemain tim lawan Trieu Viet Hung mampu menjadi pembeda lewat sundulannya di menit 90+4.

Kendati demikian, palang pintu terakhir yang identik dengan nomor punggung 88 di Madura United menjelaskan bisa mengambil banyak pelajaran dari kegagalan di ajang tersebut.

Menurutnya, pelajaran paling penting didapatkan pada pertandingan kemarin lusa. Sebab, skuad Garuda hilang konsentrasi di menit-menit terakhir.

“Kami di kompetisi ini, memiliki banyak pengakaman dan pelajaran. Seandainya semalam menang, kami punya kans lolos, tapi bagaimana kecolongan di menit-menit akhir, itu yang harus diperhatikan,” ucap Satria.

Namun, kiper asal Surabaya itu meminta agar rekan satu timnya tidak terpuruk dalam kesedihan. Meski gagal lolos, tim ini masih menyisahkan satu pertandingan kontra Timnas Brunai Darussalam, Selasa (26/3) petang ini.

Diakuinya, besutan Indra Sjafri tidak boleh pulang dengan nilpoin. Akan bermain dengan tim yang sama-sama gagal, dia berharap mampu berbicara banyak.

Ditambah lagi, head to head kedua tim memihak ke Timnas Indonesia. Oleh karena itu, kondisi tersebut menjadi motivasi tambahan bagi mantan kiper Persegres Gersik United tersebut.

“Kami harus bangkit. Pertandingan masih tersisa satu kali lagi. Lawan Brunai, kami harus menang dan mengakhiri kompetisi ini dengan tiga poin. Lupakan lolos, dan mari tatap laga besok (hari ini, red),” tandasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed