Satu Puskesmas di Pamekasan Tidak Bisa Diproses Menjadi BLUD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) BERBEBNAH; 10 puskesmas sudah menyelesaikan 60 persen pesiapan untuk menjadi BLUD.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, tidak memproses satu pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dari 21 yang ada untuk menjadi badan layanan umum daerah atau (BLUD).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pamekasan dr. Ahmad Marzuki melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (yankes) Dr. Saifuddin mengatakan, puskesmas yang belum diproses untuk menjadi BLUD itu merupakan Puskesmas Larangan Badung.

Bacaan Lainnya

Dirinya mengungkapkan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang belum terpenuhi dengan baik, menjadi alasan puskesmas tersebut tidak diproses menjadi BLUD

Dijelaskannya, untuk tahun 2020, pihaknya telah menyiapkan 10 puskesmas untuk menjadi BLUD. Saat ini persiapan untuk itu sudah mencapai 60 persen. Sementara 10 lainnya masih dalam tahap pendampingan untuk berbenah menjadi BLUD.

“Untuk berubah menjadi BLUD secara mendasar SDMnya harus siap, SDM ini dari segi jenis dan kompetensinya,” ujarnya, Senin (8/8/2020).

Dirinya mengungkapkan, keuntungan dari terverifikasinya puskesmas menjadi BLUD, yakni pengelolaan keuangan yang bisa dilakukan secara mandiri. Dengan demikian, puskesmas bisa merintis model pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat disekitarnya.

“Jadi misalkan dalam hal pengadaan sarana dan prasarana, pengadaan SDM, terus pengembangan usaha, puskesmas sudah bisa mengelola sendiri keuangannya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Rida’i menyampaikan, pembenahan puskesmas agar menjadi BLUD harus bisa disegakan, sehingga pelayanan di masing-masing puskesmas semakin baik.

“Kami harapkan untuk setiap pelayanannya semakin membaik, sebagai wujud dari optimalisasi program di bidang kesehatan,” singkatnya. (rul/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *