oleh

Satu Rekening Setiap Siswa Tidak Sentuh Sekolah Pelosok

KABARMADURA.ID, Sumenep -Aplikasi program satu rekening satu pelajar yang diinisiasi oleh gubernur Jawa Timur (Jatim), belum berjalan maksimal di Sumenep, terlebih untuk sekolah-sekolah di pelosok.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur wilayah Sumenep Syamsul Arifin menyampaikan, program tersebut hanya berjalan sebagian, terutama sekolah-sekolah perkotaan.

“Tidak semua siswa, tapi seluruh sekolah binaan cabdin sudah diberikan sosialisasi akan pentingnya program tersebut untuk masa depan siswa di Sumenep. Misalnya untuk kuliah,” katanya, Minggu (11/9/2020).

Syamsul juga mengakui, tidak seluruh sekolah di bawah binaannya terdaftar pada program tersebut. Bahkan ada sebagian siswa yang sudah terhubung dengan rekening yang bukan mitra Pemerintah Jatim.

“Tetapi mereka tidak dipaksa untuk berubah atau pindah, tapi untuk yang baru kami pasti sarankan ke Bank Jatim karena telah melakukan MOU dengan gubernur,” imbuhnya.

 

Kendati demikian, pihaknya berharap agar seluruh sekolah segara terdaftar, terutama sekolah pelosok yang memang selama ini belum tersentuh program pemerintah.

Sementara itu, salah satu Siswa di Sumenep Moh Fadili mengatakan, sejauh ini dirinya belum pernah mendengar program tersebut, pihaknya hanya mendengar yang lumrah.

“Kalau tabungan sekolah saya tahu, tetapi untuk yang lain seperti yang disebutkan satu pelajar satu rekening, tidak tahu saya,” paparnya.

Program tersebut ditargetkan untuk tiga manfaat, antara lain tingkat inklusi bertambah, terutama akses pelajar pada manfaat perbankan. Kedua, tingkat literasi bertambah. Ketiga, menabung merupakan satu alat untuk belajar mengelola uang saat sekolah. (ara/waw)

Komentar

News Feed