Satu-satunya Anggota PPK Perempuan di Sampang, Ummu Kulsum: Bangga namun Prihatin

News8 Dilihat

KABARMADURA.ID | SAMPANG – Bisa dibilang, Ummu Kulsum adalah anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) tercantik se-Kabupaten Sampang saat ini. Selain karena parasnya yang cantik, dia merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi penyelenggara pemilu. Dia sebagai  anggota PPK di Kecamatan Ketapang.

ALI WAFA, SAMPANG

Dara 24 tahun itu karib dipanggil Uum. Dia dilantik sebagai anggota PPK Ketapang pada Rabu 4 Januari lalu. Dari 70 anggota PPK, dia yang tercantik. Bukan karena parasnya yang bak permaisuri, tapi karena 69 anggota PPK lainnya laki-laki.

Sebenarnya, Uum bukan satu-satunya perempuan yang mendaftar sebagai calon anggota PPK di Kabupaten Sampang. Beberapa pendaftar dari 14 kecamatan juga ada keterwakilan perempuan. Namun hanya Uum yang beruntung. Tentu hal itu kebanggaan tersendiri baginya. Meski, di sisi lain dia justru prihatin.

Kondisi ini menunjukkan keterwakilan perempuan sebagai penyelenggara pemilu di kabupaten tersebut sangat rendah. Secara tidak langsung, hal itu menggambarkan bagaimana kualitas dan kapasitas perempuan di Sampang dalam hal penyelenggaraan pemilu.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Bikin Laris Dagangan PKL dengan Sediakan Food Colony

“Saya akan buktikan, bahwa kontribusi perempuan dalam penyelenggaraan pemilu sama pentingnya dengan kaum laki-laki,” ujar anak pertama dari empat bersaudara itu, Kamis 5 Januari 2023.

Alumnus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Widya Darma Sampang itu, kini aktif sebagai ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Cabang Sampang. Sebagai aktivis perempuan, dia patut menjadi inspirasi bagi kaum hawa di Kota Bahari itu.

Tetapi menjadi dirinya tidaklah mudah. Karena dia harus bekerja keras dan berjuang seorang diri sebagai satu-satunya perempuan di kalangan PPK. Dia harus bisa membuktikan, bahwa kontribusinya terhadap suksesnya penyelenggaraan pemilu tidak lebih buruk dari para lelaki.

Terlebih, dia menjadi anggota PPK di Kecamatan Ketapang. Daerah yang hampir setiap momentum pemilu ditemukan pelanggaran. Di kecamatan itu pula selalu terjadi konflik saat pemilu. Sebuah tantangan besar bagi Uum.

Baca Juga :  Dispendukcapil Pamekasan Permudah Pelayanan melalui Sip Pak Kades

Untungnya, perempuan yang lahir pada 10 Maret 1998 itu telah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pemilu. Pada pemilu 2019, dia menjadi pengawas tempat pemungutan suara (PTPS). Sedikit banyak, dia mengetahui tugas penyelenggara pemilu dan situasi pemilu di Ketapang.

“Ini penghargaan buat saya. Saya akan bekerja keras. Semoga bisa menginspirasi para perempuan, khususnya pemuda di Sampang,” tutup alumnus MA. Raudlatul Mubtadiin, Ketapang Laok itu.

Redaktur: Moh Hasanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *