oleh

Sayangkan Poli Anak Tidak Selesai

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan Cika) Sumenep menyayangkan tidak selesainya pembangunan poli anak. Padahal, pekerjaan yang tidak selesai hanya tinggal 11 persen.

Kepala DPRKP dan Cika Sumenep Bambang Irianto mengatakan, pembangunan poli anak diputus kontrak. Untuk melanjutkan pembangunan tersebut, menurut Bambang, tentunya menunggu proses lebih lanjut.

“Kalau memungkinkan akan dilanjutkan tahun ini. Sebenarnya, itu sangat kami sayangkan, karena tinggal 11 persen ternyata harus diputus kontrak,” katanya.

Bambang mengaku, selama pelaksanaan pembangunan poli anak di RSUD dr H Moh Anwar Sumenep itu dilaksanakan, pihaknya terus mengawal dan memantaunya secara langsung. Rekanan berjanji untuk menyelesaikan saat pihaknya menanyakan tentang kesanggupan untuk menuntaskan pembangunan tersebut.

Ia mengaku, pihaknya selalu mengevaluasi pelaksanaan pembangunan poli anak tersebut. Bahkan evaluasinya dilakukan per tiga hari hingga per tujuh hari.

“Kami dorong terus pelaksanaannya, dan kami pantau setiap hari pelaksanaannya. Bahkan setiap hari kami datang ke lokasi pembangunan guna mendorong supaya bisa selesai secara keseluruhan dan tepat waktu,” katanya.

Tapi ternyata, tambah Bambang, karena ada sesuatu hal menyebabkan tidak selesainya pekerjaan tersebut hingga batas waktu yang ditentukan dan pada akhirnya diputus kontrak karena tidak selesai.

“Kalau memungkinkan, kami lanjutkan tahun ini. Karena perencanaannya sudah ada dan sisa anggaran sekitar Rp3 miliar masih ada dari anggaran keseluruhan sekitar Rp15 miliar,” ungkapnya.

Bambang menegaskan, pihaknya juga menginginkan pembangunan poli anak cepat selesai. Bahkan, kalau memungkinkan akan diselesaikan tahun ini. Pihaknya memperkirakan, pekerjaan sisa yang 11 persen itu butuh waktu sekitar tiga bulan.

“Sisa pekerjaannya harus ditender lagi. Kemudian untuk denda 10 persen kepada rekanan, karena tidak menyelesaikan pembangunan itu sudah dilakukan, termasuk jaminan,” tukasnya. (km43/pai)

Komentar

News Feed