SDM Pengusaha di Bangkalan Rendah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MINIM PENGETAHUAN: Berbagai pengusaha mikro di Bangkalan belum mampu mengikuti perkembangan digital berupa jual-beli online.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Penggunaan dan pemanfaatan aplikasi penjualan secara online belum diminati dan dipahami oleh mayoritas pengusaha mikro di Bangkalan. Mereka hanya bergantung pada penjualan sesuai jaringan kenalan dan relasi. Sehingga keuntungan yang diperoleh hanya terbatas. Padahal, jika bisa menggunakan aplikasi jual beli online, akan lebih banyak peluang keuntungan yang diperoleh.

Salah satu Pengusaha di Kecamatan Kamal Hoiri mengaku, sejauh ini pemasaran produk kerajinan tangan dan miniatur kapalnya hanya terbatas dengan relasi dan jaringan antar pekerja kapal yang dahulu sempat bersama satu atap di kapal. “Saya biasanya hanya menjual pada relasi saya, itu saja kadang saya sudah kewalahan,” ujarnya, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, sempat ada keinginan mempelajari tentang pemasaran online melalui handphone. Hanya saja lantaran terbatas waktu dan selalu didesak pekerjaan, akhirnya lupa dan malah tidak minat. “Ini saja saya belum tahu, kalau kemudian nanti sambil jalan ternyata saya tidak tahu, kan malah merugikan,” ulasnya.

Meski demikian, pihaknya berharap ada langkah pembinaan dari pemerintah daerah. Seperti pendampingan dan sebagainya. Setidaknya hingga berhasil menjual beberapa produk. “Kalau ada programnya saya mau ikut, asal menjanjikan saya bisa menambah karyawan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bangkalan Iskandar Hidayat mengatakan, penggunaan aplikasi jual-beli online masih terbatas penggunaannya. Sehingga banyak pengusaha yang tidak yakin dan lebih fokus mengembangkan produknya. “Mereka mengira bahwa mereka belum mampu, jadi memilih untuk tidak ikut serta,” responnya.

Padahal jika pasar yang diciptakan dalam suatu usaha lebih luas, maka peluang keuntungan juga lebih besar. Sehingga lebih cepat maju. Namun jika sumber daya manusia di Kota Dzikir dan Sholawat tidak melakukan hal itu, maka produknya akan lama dikenal di kalangan luar.

“Saya kira SDM kita saja yang belum mampu, sehingga harus ada dorongan, baik dari program atau pembinaan,” terangnya.

Lelaki yang akrab disapa Yayat itu menuturkan, setiap tahun pemerintah sudah berupaya menggelar kegiatan pelatihan mengenai pemanfaatan aplikasi jual-beli secara online.  Tetapi karena memang skalanya masih kecil, harus ada perluasan. “Nanti kami akan coba lebih seriusi, agar produk di daerah bisa lebih luas penjualannya,” janjinya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *