oleh

SDN Lobuk I SiapHadapi New Normal

Kabarmadura.id/Sumenep-Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lobuk I Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep siap menghadapi New Normal. Semua peralatan sesuai protokol kesehatan sudah mulai disiapkan.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Lobuk I Sumenep Akhmad Hamidi mengaku sudah menyiapkan semua persyaratan untuk menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, saat ini sudah disiapkan tempat cuci tangan di depan kelas masing. Bahkan, sabunnya juga disiapkan.

“Di SDN Lobuk I sudah siap penerapan New Normal,” katanya, Kamis (25/6/2020).

Pihaknya tetap berkiblat pada protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Kendati demikian, pihaknya mengaku siap, jika kondisi normal baru atau New Normal di bidang pendidikan memang benar-benar akan dilaksanakan.

Terkait skema atau SOP new normal dalam proses belajar mengajar di SDN Lobuk I, para siswa sekolah diwajibkan pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan setiap hari sekolah disemprotkan desinfektan kumudian pshycal distancing minimal 1,5 meter akan diterapkan.

“Masker juga akan siap dtanggung sekolah jika dari dinas terkait tidak ada bantuan,” paparnya.

Nantinya, semua siswa dan guru termasuk warga di sekolah akan diterapkan memakai masker yang telah disediakan sekolah. Untuk penerapan jumlah siswa dikelas Nantinya maksimal 12 dalam kelas. ” karena jumlah siswa di SDN Lobuk I lebih dari 20 maka maksimal 12 dalam kelas dalam setiap hari secara bergantian,” ujarnya.

Terlebih inntruksi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep akan diikuti sesuai kondisi dan situasi yang ada. Jumlah Siswa di SDN Lobuk I Sebanyak 271 akan diterapkan masuk sacara bergantian. Bagi siswa yang tidak masuk kelas, maka akan diberikan PR atau during dari guru

“Termasuk persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD), SDN Lobuk I Sudah menyiapkan pengaturannya sesuai SOP yang ada,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Carto Kabupaten Sumenep mengatakan, ada 6 poin dalam menghadapi new Normal Yakni, protokol kesehatan umum sekolah, protokol kesehatan sarana dan prasarana sekolah serta protokol kesehatan berangkat dari rumah menuju sekolah.

Selain itu tidak kalah penting pemberlakuan protokol kesehatan selama siswa di sekolah, protokol kesehatan untuk guru dan tenaga pendidikan maupun protokol kesehatan pulang dari sekolah ke rumah.

“Jadi penerapan protokol kesehatan itu dilaksanakan saat hendak ke sekolah, saat berada di sekolah hingga nanti pulang sekolah. Jadi semua ada ketentuan yang harus dipatuhi,” tutur dia.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri meminta kesiapan Disdik SUmenep dalam menghadapi proses belajar di sekolah maupun di rumah. Sebab, selama ini banyak sekolah yang tertinggal dalam hal penerapan nelakardi rumah dengan eletronik. Utamanya, sekolah di daerah pelosok-pelosok.

“Kedepan disdik dan harus melakukan pemerataan antara sekolah di pelosok dan dan di Kota agar tidak berat sebelah,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed