oleh

SE Kemenkes tentang Tarif Swab Masih Ngambang

KABARMADURA.ID, Bnagkalan – Adanya Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai penyeragaman tarif swab mandiri nampaknya masih belum sepenuhnya diterapkan. Itu terbukti sebagian rumah sakit maupun klinik ada yang mematok harga di atas Rp900 ribu. Sementara SE itu menerangkan tarif swab tes mandiri itu telah ditetapkan secara serentak oleh Kemenkes sebesar Rp900 ribu.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, saat ini pihaknyanbelum menerima secara langsung SE dari Kemenkes. Jika hal tersebut benar dan sudah ada edaran, pihaknya akan menerapkan hal itu untuk layanan instansi kesehatan yang menyediakan pemeriksaan swab.

“Iya pasti kami harus patuh, kami tunggu SE Kemenkes,” ujarnya.

Sejauh ini, kata lelaki yang pernah menjabat Kepala Puskesmas Blega itu, pihaknya tidak menyediakan pemeriksaan swab. Hanya rumah sakit dan layanan kesehatan swasta. Untuk itu, selama SE tersebut masih belum diterima oleh pihaknya, rumah sakit dan layanan kesehatan swasta bebas untuk menerapkan tarif swab.

Kendati demikian, pihaknya masih belum mengetahui secara pasti SE Kemenkes tersebut langsung diterimanya atau langsung kepada rumah sakit.

“Belum tau, kamu tunggu saja. Biasanya dari Dinkes Provinsi ke Dinkes Kabupaten,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mengatakan, selama SE dari Kemenkes tersebut belum diterima langsung oleh Dinkes. Rumah sakit dan layanan kesehatan swasta masih bebas menentukan tarif swab. Tetapi, jika SE tersebut sudah turun, dia meminta semua layanan kesehatan baik swasta atau rumah sakit milik daerah harus menerapkannya dengan tarif Rp900 ribu.

“Pada dasarnya sah-sah saja jika selama SE belum diterima,  masih bebas menerapkan tarif swab,” tandasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed