Sebagian Penerima BPNT Tidak Pernah Pegang ATM

(KM/FATHOR RAHMAN) PATUT DIPERTANYAKAN: Sejak tahun 2020,  sebagian penerima BPNT sudah tidak pernah memegang ATM sendiri.

KABARMADURA.ID | SAMPANG, ROBATAL-Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Sampang dinilai perlu pengawasan. Sejak tahun 2020, penerima bantuan sosial (bansos) di Desa Torjunan Kecamatan Robatal, tidak pernah memegang kartu ATM sendiri.

Sehingga, selama dua tahun, sebelum munculnya regulasi baru mereka tidak memegang kartu ATM sendiri. Padahal semestinya, mereka membawa ATM dan membawanya ke e-warung untuk membeli sembako.

Syamsiah (32), warga Desa Torjunan, mengaku tidak pernah memegang kartu ATM sejak tahun 2020. Ia mengaku hanya diminta membawa KTP dan KK ke rumah kepala desa setempat. “Tidak pernah pegang ATM, Mas. Kami hanya diundang untuk mengambil sembako, ” katanya.

Bacaan Lainnya

“Padahal biasanya, saat ke e-warung kami membawa ATM dan menukarkannya. Sayangnya, selama ini tidak pernah diberi ATM,” ungkap Syamsiah.

Fajri, warga setempat mengaku istrinya adalah salah satu penerima BPNT. Setiap realisasi BPNT hanya menerima beras 5 kilogram. Padahal setiap bulan bantuannya sebesar Rp200 ribu.

“Istri saya juga tidak pernah memegang ATM. Ya, mau gimana lagi. Kami menerima apa adanya selama ini, ” tutur Fajiri..

Salah satu tokoh pemuda di Desa Torjunan, Mino, mengaku pernah tercatat sebagai penerima bantuan. Namun sejak tahun lalu namanya dicoret. Dengan alasan ada pengurangan penerima.

“Selama saya jadi penerima tidak pernah memegang ATM. Saya cek semua penerima juga tidak memegang ATM, ” katanya.

Menurutnya, beras yang diterima warga hanya 5 kilogram. Alasan pemerintah desa untuk pemerataan. Tapi pemerataan itu tanpa sepengetahuan keluarga penerima manfaat (KPM).

Sebelum ada regulasi baru, semestinya semua ATM diserahkan ke penerima. Kemudian dibelanjakan ke e-warung. Tapi setelah ditelusuri, ATM dipegang perangkat desa dan warga diundang langsung menerima sembako.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Torjunan, Jarot Sugiyono mengaku penyaluran BPNT sudah sesuai regulasi. Termasuk ATM rekening sudah dipegang KPM. “Sudah sesuai regulasi penyalurannya,” katanya.

Ditanya soal pemerataan, pihaknya mengaku hanya memberikan imbauan kepada masyarakat. Sebab menurutnya, ada tradisi di desa untuk berbagi. Penerima bisa berbagi dengan warga miskin yang tidak menerima bantuan.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.