Sebagian Warga Minta Kiriman Sampah Liar Dipertahankan

  • Whatsapp
MENGUNTUNGKAN: Warga Desa Bunajih, Kecamatan Labang sedang mengais rejeki melalui sampah kiriman.

Kabarmadura.id-Bak makan buah simalakama, pepatah ini seolah menggambarkan kondisi yang terjadi di Desa Bunajih Kecamatan Labang, Bangkalan. Praktik pembuangan sampah secara ilegal, kiriman dari salah satu mall di Surabaya, justru dinilai sebagai berkah oleh sebagian warganya. Namun sebagian warga lainnya menganggap, hal itu sangat mengganggu  .

Kiriman sampah yang diduga dilakukan secara ilegal oleh salah satu mall ternama di Surabaya itu, ternyata mampu memberikan berkah. Sebagian warga desa menganggap, loksi pembuangan sampah itu, merupakan sumber ekonominya.

Seperti yang diungkapkan Maryamah, warga yang saat itu sedang memilah sampah untuk dijual kembali pada pengepul. Menurutnya, dengan adanya sampah ini, dirinya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, uangnya bisa buat jajan anak-anak. Setiap hari gak nentu, kalau dapat banyak, ya dapat uangnya juga banyak, lumayan,” kata wanita yang juga warga Desa Bunajih itu, Rabu (26/6).

Perempuan yang disapa Mar ini mengaku, setiap harinya ada sekitar 2 truk kiriman sampah dari TP Surabaya. Dirinya mendapat berkah dari sampah buangan ini sudah kurang lebih satu bulan setengah. Mar juga menerangkan, setelah sampah dipilah, sisa sampah lainnya yang tidak digunakan lagi akan dibakar.

“Tidak ada, mengganggu gimana. Truknya datangnya malam sekitar jam 2, kalau bau juga bau apa, sampah yang tidak bisa dijual, kami bakar, jadi tidak ada baunya,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Bunajih, Labang, Samsul Arifin saat didatangi ke rumahnya untuk dimintai klarifikasi. Dengan adanya buangan sampah dari TP Surabaya ini, dinilai sangat membantu perekonomian warga sekitar. Sebab, warga memperoleh pekerjaan baru untuk tambahan penghasilan.

“Sangat, sangat membantu perekonomian warga. Ada sekitar 20 sampai 30 kepala keluarga (KK) yang memperoleh penghasilan dengan adanya sampah kiriman ini,” paparnya.

Selain itu, salah seorang warganya yang kebetulan bekerja di mall pembuang samah tersebut, sudah meminta izin untuk membuang sampah di desa itu. Dinyatakan bahwayang dibuang hanya sampah kardus dan sampah lainnya yang bukan berupa makanan.

Kendati begitu, fakta di lokasi, juga terdapat sampah makanan. Menurut Arifin, warganya sudah mengantisipasi agar tidak berdampak pada kesehatan dengan membakarnya. Sedangkan lokasi buangan sampah itu sendiri merupakan milik perorangan yang juga warga desa setempat.

Bahkan, pemilik lahannya juga merupakan pengepul sampah bagi warga yang ingin menjual sampah buangan tersebut.

“Semuanya hanya sampah dari TP saja, gak ada sampah lainnya. Yang sampah makanan sudah dibakar, jadi gak mungkin berbau,” ujarnya.

Soal sampah buangan dari Surabaya yang belum mendapatkan izin resmi tersebut, Arifin berharap, agar Pemkab Bangkalan segera mengeluarkan izin. Sebab keberadaannya cukup membantu perekonomian warganya.

Sedangkan untuk sampah makanannya sendiri, Arifin berharap agar ada upaya dari pihak mall untuk memfasilitasi mesin daur ulang atau fasilitas lainnya, agar tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi warganya.

“Saya langsung melapor ke kecamatan, ya kalau tidak diberikan izinkan ditutup. Ya bagaimana lagi, tapi saya berharap diberikan izin dan izinnya segera diproses. Dari pihak TP atau pemkab nantinya tolong difasilitasi berupa mesin daur ulang atau apa agar sampah makanannya yang ikut tidak menimbulkan masalah kesehatan,” harapnya.

Ditempat terpisah, Camat Labang Mahfud mengaku, setelah mendengar adanya laporan masalah sampah di wilayahnya, dirinya langsung memeriksa. Setelah diperiksa, warga di sekitar ditanya mengenai adakah rasa terganggu dengan adanya pembuangan sampah tersebut, Mahfud mengatakan, banyak warga yang setuju.

“Ketika mendengar, saya cek langsung, warga sekitar kita tanya terganggu atau tidak, mereka bilang tidak setuju-setuju saja. Ya kami bisa apa. Saya harap pemkab segera mencairkan solusi bagaimana enaknya lah,” pungkasnya. (waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *