Sebulan Angka Persalinan dengan Resiko Tinggi di Pamekasan Capai 207 Kasus

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUK UMAM SYARIF) BERESIKO; Dalam sebulan angka persalinan dengan resiko tinggi capai 207 kasus.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, mencatat angka kelahiran selama bulan April mencapai 1.039 orang. Dari proses seribu lebih persalinan itu, angka persalinan dengan resiko tinggi (PRT) mencapai 207 kasus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pamekasan Achmad Marsuki melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan Bambang Budiyono mengatakan, data PRT tersebut diperoleh dari 16 dari 20 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang ada di wilayahnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut pihaknya menguraikan, dari data 1.039 orang bersalin itu, diketahui PRT sebanyak 207 kasus, persalinan normal ada 832 kasus.

Dijelaskannya, ada beberaapa faktor yang mempengaruhi persalinan resiko tinggi. Di antaranya riwayat bayi besar, pervaginam, kehamilan kurang sebulan, ketuban pecah dengan meconium kental, ketuban pecah lama lebih dari 12 jam, ketuban pecah dengan kehamilan kurang bulan, dan amemia berat. Jika diurai secara lengkap, menurutnya ada 26 penapisan ibu bersalin yang dideteksi kompilkasi gawat darurat.

“Karenanya kami berharap kepada ibu hamil bisa melakukan persalinan di fasilitas kesehatan yang lengkap,” ungkapnya, Rabu (13/5/2020).

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Muksin Salim menyampaikan, Dinkes untuk tidak hanya fokus kepada persoalaan penananganan Covid-19, akan tetapi juga harus memperhatikan kesehatan masyarakat lainnya, termasuk urusan persalinan. Hal itu untuk memutus mata rantai penyebab persalinan resiko tinggi, minimal dengan mengoptimalkan sosialisasi akan bahaya PRT tersebut.

“Ini menyangkut keselamatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Dinkes harus memperhatikan sebaran bidan dan menambah bidan yang jauh dari akses masyarakat sesuai porsi ideal kementerian kesehatan,” pungkasnya.  (rul/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *