Sebulan Bangkalan Aman dari Kasus PMK

Uncategorized4 Dilihat

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai melandai. Bahkan dalam sebulan terakhir sudah tidak ada laporan adanya ternak yang terpapar PMK. Hanya saja, status darurat PMK belum bisa diabaikan. Sebab, masih ada sekitar 600 ekor sapi belum terlaporkan kesembuhannya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan Ali Makki, Minggu (2/10/2022).

 

Menurutnya, nihilnya temuan kasus baru PMK bukan berarti hewan ternak aman dari PMK. Sebab hingga saat ini, belum zero reported death PMK. Sebab masih ada sejumlah kasus lama yang diduga kuat masih aktif dan belum ada laporan mengenai kesembuhannya. Sehingga selama belum ada laporan kesembuhan secara resmi, pemerintah akan tetap mengklaim ternak masih berstatus suspek.

 

“Yang suspek itu kasus lama semua, kalau yang baru sudah tidak ada,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Baca Juga :  Penataan Pasar 17 Agustus Dikeluhkan Komunitas Pedagang Sayur

 

Pihaknya menuturkan, penanganan penyebaran wabah PMK selama ini hanya mengandalkan vaksinasi. Bahkan, instansinya sudah kebagian jatah vaksin tambahan. Tambahan yang dialokasikan, sekitar 27 ribu dosis. Dengan tambahan itu, alokasi keseluruhan Bangkalan sudah sekitar 37 ribu dosis vaksin.

 

Rinciannya, alokasi pertama 3 ribu dosis, kedua 7 ribu dosis dan untuk perluasan 27 ribu dosis. Dari jatah vaksin itu, sudah tersalurkan sekitar 11 ribu dosis atau sekitar 30 persen dari jumlah ketersediaan dosis vaksin. Jatah vaksin harus tersalurkan selama 45 hari. “Sekarang sudah berjalan berjalan setengah bulan dari target,” tuturnya.

 

Dalam merealisasikan vaksinasi itu, harus menghabiskan sekitar 800 dosis dalam sehari. Pihaknya optimistis akan mencapai sesuai target yang ditentukan. “Selama ini tidak ada kendala yang berarti, kegiatan vaksinasi berjalan dengan mulus. Kami yakin bisa menghabiskan rata-rata 800 dosis sehari,” tegasnya.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Seragamkan Sekolah Pakai Cat Dulux Catylac, Komisi IV: Tidak Tepat!

 

Reporter: Fathurrohman

 

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *