Sebulan Dilaporkan, Ketua Koperasi yang Diduga Tilap Uang Anggota Belum Diperiksa Polisi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) PELIK: Hasil audit Koperasi Bhinneka Karya tidak dipercayai oleh anggota koperasi karena tidak sesuai dengan laporan keuangan anggota.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Kasus dugaan penggelapan dana Koperasi Bhinneka Karya masih memanas. Namun, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan belum memanggil terlapor atas nama Djatim Makmun. Kepada Kabar Madura, Djatim mengaku belum dipanggil kepolisian terkait kasus yang dilaporkan pada awal Agustus 2021 tersebut.

Namun, Djatim mengaku akan mengikuti jalur hukum dengan kooperatif. Dia tidak ingin memberikan banyak tanggapan atas laporan anggota Koperasi Bhinneka Karya yang menyeret namanya. Namun dia menegaskan, yang bersalah harus bertanggung jawab. Sebab, dana koperasi bukan milik pribadi, melainkan milik anggota.

Bacaan Lainnya

“Saya sementara pasif saja. Karena ini sudah ranahnya tim penyelesai,” ucap Djatim saat ditemui di kediamannya, Senin (20/9/2021).

Kendati anggota koperasi membentuk tim penyelesai sendiri, namun dia tetap percaya kepada tim penyelesai yang dibentuk melalui rapat anggota tahunan (RAT) sebelumnya. Sebab, pada tahun 2018, pihaknya sudah mengundang auditor dari Surabaya untuk mengaudit keuangan koperasi. Dia menyebut, hasil audit menyatakan keuangan koperasi terbilang wajar.

Namun Djatim mengakui bahwa aset Koperasi Bhinneka Karya saat ini dijaminkan ke Bank Jatim. Pengajuan pinjaman kepada Bank Jatim disebutnya untuk mencukupi kebutuhan koperasi.

“Nanti ketemu di meja hukum saja. Biar hukum yang membuktikan,” sambungnya.

Di lain pihak, Bendahara Koperasi Bhinneka Karya, Bambang Irianto menyebut, proses audit yang dilakukan pada tahun 2018 hanya formalitas. Auditor yang didatangkan diduga kuat telah berkompromi dengan pengurus koperasi. Sebab, hasil audit jauh berbeda dengan laporan anggota terkait kondisi keuangan koperasi.

Bambang mengaku memiliki barang bukti berupa sejumlah dokumen atas laporannya. Bukti-bukti itu telah diserahkannya ke penyidik Polres Pamekasan. Menurutnya, dengan bukti-bukti dokumen itu, Djatim tidak bisa lagi mengelak. Hasil audit dan laporan neraca keuangan yang dibuat oleh pengurus koperasi menurutnya telah dimanipulasi.

“Kita berbicara berdasarkan data. Data itu tertulis, berupa dokumen. Karena dia (Djatim, red) menjadi pengurus lebih dari 30 tahun, saya rasa dia paling tahu,” ucap Bambang (20/9/2021).

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *