oleh

Sebut Radiasi Tower Rugikan Masyarakat

Kabarmadura.id/Bangkalan-Warga Kampung Tarogan Kelurahan  Kemayoran Kabupaten Bangkalan merasa dirugikan dengan adanya tower telekomunikasi yang berdiri tegak mencapai sekitar 40 meter. Salah seorang warga, Ferija Wirawan mengatakan, keberadaan tower yang berdiri tegak di kampung halamannya sangat merugikan masyarakat setempat.

“Dengan adanya tower yang berdiri tegak di dekat rumah sangat mengganggu sebab radiasinya sangat tinggi sehingga mengganggu alat elektronik cepat rusak,” jelasnya Selasa (04/8/2020)

Keberadaan tower tersebut dirasa cukup lama sebab pihaknya menuturkan bahwasanya sejak dirinya masih kecil sampai saat ini tower tersebut berdiri.

“Keberadaan tower tersebut sudah cukup lama dalam jangka waktu yang cukup lama kira-kira mencapai 23 tahun ,” ujarnya

Ia menambahkan, selama tower tersebut berdiri selama 23 tahun, tidak ada kompensasi terhadap masyarakat setempat.

“Selama ini saya beserta tetangga yang terdampak dengan adanya tower tersebut tidak pernah mendapatkan apa yang disebut dengan kompensasi,”  jelas Wawan

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zain menuturkan bahwasanya radiasi tower yang membuat alat elektronik masyarakat tersebut rusak bukan kewenangannya. Menurutnya, yang menjadi kewenangan daerah tersebut hanya lahan yang digunakan untuk mendirikan tower.

“Dalam hal ini, Kominfo merekomendasikan agar tower baru yang akan dibangun menjadi tower bersama. Sebab dalam peraturan SKB tiga menteri mengarahkan tower tersebut digunakan bersama sebab kalau satu perusahaan satu tower maka kan menjadi kota hutan tower,” jelasnya.

Menanggapi laporan dari masyarakat Terkait laporan  dalam beberapa tahun kepada masyarakat dari tower tersebut.,” Untuk laporan tower kepada masyarakat tidak ada, sebab kita memungut retribusi jasa merkenyang diberikan kepada Pemda, sebab Pemda yang mengawasi  sesuatu hal yang sekiranya mengganggu kepada masyarakat,” paparnya

Terpisah Kepala Bidang Kabid Perizinan dan non Perizinan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Erik santoso menuturkan, pihaknya mengaku belum tahu mana tower yang bermasalah.

“Mana tower yang bermasalah dan mana yang tidak, kami akan melakukan cek langsung ke lokasi sehingga bisa memastikan kondisi tower tersebut ,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan bahwasanya dengan adanya keluhan dari masyarakat, pihaknya  akan melihat data yang ada.

“Untuk langkah awal kita akan melihat data yang ada, apakah tower tersebut sudah berizin atau tidak. Jika ada salah satu tower yang tidak berizin, maka kami akan akan bekerja sama dengan Satpol-PP untuk menindak lanjuti tower tersebut, ” jelasnya. (sae/pai)

 

Komentar

News Feed