Sediakan Isman di Setiap Kecamatan Kabupaten Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) TERBENGKALAI: Rumah karantina yang ada di perumahan Griya Abadi  Socah akan dibersihkan untuk dijadikan tempat isolasi mendiri (isman) tingkat kecamatan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mengharuskan rumah karantina terpadu yang ada dimasing-masing desa dihidupkan kembali. Namun dalam pelaksanaannya, akan dipusatkan di masing-masing kecamatan. Hanya saja, dalam realisasinya belum maksimal dan isolasi masih terpusat di tingkat Kabupaten.

Dandim 0829 Bangkalan Letkol Inf. Sarifudin Liwang mengatakan, diberlakukannya kembali rumah karantina terpadu untuk mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan terhadap pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isman). Sehingga, bagi yang enggan melakukan isolasi di rumah karantina yang telah disediakan, seperti di Balai Diklat, Balai Latihan Kerja (BLK) dan BPWS Suramadu sisi Bangkalan, bisa melakukan isolasi di wilayah masing-masing.

“Tapi masyarakat masih enggan menempati isolasi terpadu, karena mereka masih khawatir dengan anggota keluarga yang dirumah akan seperti apa. Contohnya, masyarakat ini kan ada yang tinggal berdua dengan ibu atau bapak atau neneknya. Jadi, kalau dibawa ke tempat terpadu tidak berkenan,” ujarnya, Kamis (29/7/2021).

Sehingga saat ini, masih memaksimalkan rumah karantina yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan di tiga tempat itu. Seharusnya, rumah isolasi terpadu tersebut harus berjalan mulai minggu ini, Senin (26/7/2021). Meski masih ditemukan masyarakat yang enggan melakukan isman di isolasi terpadu akan tetap menghimbau masyarakat agar menempatinya.

“Kami akan monitor perkembangannya mereka itu lebih gampang. Mulai dari obat hingga logistik juga kami dukung,” tuturnya.

Ditegaskan, belum maksimalnya realisasi isolasi terpadu akan dimaksimalkan di rumah karantina milik Pemkab Bangkalan. Sebab, sudah ada petugas dan tenaga kesehatan (nakes) yang memadai untuk melakukan perawatan dan kontrol pada pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG). “Masing-masing juga kami tempatkan personil dan petugas kesehatan sudah ditunjuk orang-orangnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengaku, sudah mengarahkan masyarakat yang akan melakukan isman untuk menempati isolasi terpadu yang terkoordinir. Sebab, program ini merupakan inisiatif dari Kodam yang turun ke Kodim Kabupaten. “Jadi setiap kecamatan harus ada satu lokasi untuk isolasi terpadu, terus di Kabupaten kami telah sediakan di Balai Diklat dan BLK. Sebenarnya ini program lama, yang dihidupkan kembali,” jelasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *