Sediakan Room Karaoke, Cafe di Bangkalan Disegel

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) TINDAKAN TEGAS: Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan menyegel cafe yang dilengkapi dengan room karaoke dan pemandu lagu.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan, menutup Cafe di Jalan R.E Marthadinata Kelurahan Mlajah. Sebab lokasi tersebut, diduga kuat dijadikan sebagai tempat karaoke lengkap dengan room dan pemandunya, Selasa (26/10/2021).

Para petugas menyegel lokasi cafe dan meminta pemilik tidak mengoperasikan room karaoke hingga izin dilengkapi. Sehingga tempat hiburan tersebut masuk ilegal. Terutama mengenai penyediaan room khusus karaoke. Pengurusan izinnya bisa dilakukan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

“Ini harus jelas, kalau tidak dilengkapi tentu ilegal dan harus ditindak secara tegas,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Non Perizinan DPMPTSP Bangkalan Syahrul, Selasa (26/10/2021).

Hal senada diungkapkan Kabid Perundang Undangan Satpol PP Bangkalan Soepardi. Menurutnya, penyegelan tempat karaoke dilakukan usai menyebarnya video biduan bernyanyi bersama beberapa orang dalam ruangan. Sehingga untuk meredam hal itu, perlu adanya langkah tegas dan cepat.

“Kami ke cafe yang diduga ada tempat karaoke untuk memberikan teguran. Apalagi, di Bangkalan dikenal dengan slogan Kota Dzikir dan Shalawat,” ungkapnya.

Menurutnya, penutupan cafe akan dilakukan dengan tenggang waktu yang tidak ditentukan. Namun, apabila sudah melengkapi izin usaha cafe dan karaoke bisa kembali dioperasikan dengan ketentuan tidak melanggar norma dan etika. “Hanya room karaokenya yang kami segel, kalau tempat ngopi tetap boleh beroperasi,” paparnya.

Sementara itu, pemilik usaha Saifurrahman membantah keras jika usahanya disebut sebagai tempat karaoke yang dilengkapi room dan pemandu lagu. Sebab ruangan tersebut pada umumnya digunakan untuk rapat atau pertemuan resmi dan acara ulang tahun. “Bukan room karaoke, tapi meeting room. Kami patok harga Rp100 ribu per jamnya,” bantahnya.

Menanggapi perihal penutupan tempat karaoke tersebut, dirinya menerima atas tindakan petugas Satpol PP. Sambil lalu, akan mengurus berkas izin usaha. Sebab, usaha tersebut sudah 2 tahun beroperasi. “Sekarang kita masih proses mengurus izin usaha,” tegasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *