Sedimentasi Sungai Biang Keladi Pamekasan Banjir Lagi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TENGGELAM: Banjir di Kabupaten Pamekasan kembali terjadi untuk yang kesekian kalinya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Banjir kembali melanda Kabupaten Pamekasan. Luapan air sungai tersebut telah menggenangi sejumlah wilayah di daerah perkotaan. Salah satu wilayah yang terdampak parah yaitu di wilayah Patemon.

Ketinggian banjir di Patemon mencapai setinggi paha orang dewasa. Air juga masuk ke sela-sela perumahan warga. Bahkan, warga setempat harus rela tidak tidur dan menunggu hingga banjir surut. Kelompok pemerhati sungai yang tergabung dalam Sungai Watch Pamekasan menilai banjir itu adalah kesekian kalinya.

Bacaan Lainnya

Bahkan Ketua Sungai Watch Pamekasan Moh. Jatim mengatakan, pihaknya telah menyambut hangat kedatangan banjir yang dia catat sebagai banjir keempat sejak awal tahun 2021 ini. Pihaknya telah mengira banjir akan kembali lagi karena kondisi sungai yang tidak ada perubahan.

“10 Januari, kami catat kembali ada luapan air. Banjir tersebut kembali terjadi di daerah kota yang  menjadi langganan. Belum adanya pengerukan sungai tentu menjadi penyebab utamanya,” ucapnya.

Menurutnya, banjir itu terjadi karena sedimentasi sungai sudah naik, bahkan ketebalannya ada yang mencapai 6 meter dari dasar sungai. Menurut informasi yang diterimanya, ada oknum lembaga pemerintah yang justru menyewakan lahan dari sedimentasi sungai untuk kebun rumput dan pisang.

Jatim mengatakan, warga meminta perhatian dan itikad dari pengelola sungai agar tanaman tersebut dibersihkan atau mengambil tindakan agar tanaman tersebut dibabat habis sebagai antisipasi warga bertindak sendiri.

“Jika warga melakukan sendiri,  bisa menimbulkan gesekan sosial dengan oknum yang menyewakan dan oknum yang menyewa,” lanjut Jatim.

“Kami memberi warning dan somasi terbuka bahwa warga sekitar sungai sudah sangat dirugikan,” tutupnya.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail membenarkan penyebab terjadinya banjir tersebut. Pengerukan sungai menurutnya harus segera dilakukan di sejumlah titik agar masyarakat tidak menjadi korban bencana alam.

Namun menurutnya, anggaran yang disiapkan Pemkab Pamekasan untuk  pengerukan sungai tidaklah banyak. Sehingga pemkab memerlukan suntikan dana dari pemerintah pusat untuk anggaran pengerukan sungai.

“Harus ada bantuan dari pemerintah pusat. Karena anggaran yang di sini sedikit untuk pengerukan sungai,” ucap politisi Partai Demokrat itu. (ali/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *