oleh

Sedot Jamaah yang Salat di Rumah

Kabarmadura.id/Bangkalan-Masjid Madina di Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Bangkalan baru berusia dua tahun lebih, setelah dirasmikan pada April 2018. Kata Pengurus Takmir Masjid Madina Abdul Gani, ‘rumah Allah’ itu dibangun oleh Sri Utami Madina.

Gani menambahkan, masjid tersebut, sejatinya dibangun sejak tahun 2016. Pembangunannya memakan waktu sekitar dua tahun.

Dengan adanya masjid itu, Gani menyampaikan, kebiasaan masyarakat setempat sudah mulai berubah, seperti awalnya salat di rumah masing-masing, sudah beralih salat berjamaah di masjid.

Lebih lanjut, Pengurus Takmir Masjid Madina itu menerangkan, awalnya kebiasaan masyarakat jarang mengikuti pengajian, serta berkumpul di masjid.

“Awalnya, orang di sini awam. Tidak terlalu mengenal pendidikan, pengajian. Biasanya salat di rumah masing-masing. Tapi, adanya masjid sudah mengubah kebiasaan itu,” ceritanya kepada Kabar Madura, Minggu (9/8/2020) siang.

Program takmir Masjid Madina tidak sebatas salat lima waktu, yakni Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isyak. Akan tetapi, setiap malam Jumat membaca yasin dan doa bersama.

Selanjutnya, setiap hari Minggu terdapat hataman Al-Quran, setiap malam Rabu pengajian kitab, dan satu bulan sekali menghadirkan kiai untuk memberikan siraman rohani.

Selain itu, Masjid Madina memiliki daya tarik tersendiri. Mulai dari masjid yang menggunakan dinding mirmar, dihiasi sejumlah kaligrafi. Bahkan, di hadapan posisi imam terdapat kaligrafi surat Yasin.

Serta, halaman masjid tersebut juga luas dengan hiasan taman bunga, terutama di sebelah kanan masjid. Di ‘rumah Allah’ ini juga menyediakan minuman teh dan kopi setiap hari. Berbeda dengan hari Minggu yang biasanya jamaah diberikan makanan ringan.

“Jamaah banyak, tidak hanya dari masyarakat setempat sini. Biasanya ada yang dari Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Mereka singgah kalau mau ke Surabaya. Katanya di sini tempatnya nyaman, bersih,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed