Seharusnya Madura United Baru Lalui Laga Sarat Emosional

  • Whatsapp
( FOTO: KM/  SYAHID MUJTAHIDY) BERSITEGANG: Detik-detik skuad Madura United membatalkan untuk walk out saat merasa dicurangi oleh wasit dalam laga kontra Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda.

Kabarmadura.id-Pada 5 Mei 2020, sejatinya jadwal pertandingan Madura United kontra Borneo FC dengan jam kick-off 20.30 WIB, lantaran pertandingan di Bulan Ramadan. Bahkan, Laskar Sape Kerrab-julukan Madura United, bertindak sebagai tim tuan rumah.

Akan tetapi, wabah Covid-19 memaksa kompetisi Liga 1 2020 harus dihentikan sementara dengan masa peninjauan hingga 31 Mei 2020. Ketika masa darurat masih diperpanjang oleh pemerintah, kompetisi bakal kembali bergulir tahun depan.

Bacaan Lainnya

Padahal, laga antara Madura United melawan Borneo FC menjadi sajian yang dinanti-nantikan bagi kedua kesebelasan serta suporter kedua tim. Hal itu juga tidak terlepas dari pertemuan kedua kesebelasan ini kerap kali menjadi laga penuh emosional.

Tercatat, Madura United ataupun Borneo FC telah bersua sebanyak 11 kali di turnamen Piala Presiden, Piala Gubernur Kalimantan Timur (PGK), dan Torabika Soccer Championship ataupun kompetisi Liga 1 sejak tahun 2016 hingga musim kemarin.

Pertemuan kedua kesebelasan diawali di laga yang penuh gengsi, yakni grand final turnamen pra-musim PGK 2016. Itu juga tercatat sebagai turnamen pertama yang diikuti Madura United. Saat itu, Borneo FC keluar sebagai juara dengan kemenangan 1-0.

Di samping itu, sejak kompetisi kembali bergulir, pertandingan Madura United ke markas Borneo FC kerap kali menuai kontroversi. Puncaknya, pada laga putaran kedua musim 2019, saat itu Madura United harus menyerah 2-1 di Stadion Segiri Samarinda.

Momen kontroversi terjadi setelah Borneo FC harus mendapatkan dua kali penalti. Kata Kapten Madura United di laga tersebut Asep Berlian, tidak layak wasit menunjuk titik putih.

Tepat pada pemberian penalti kedua di masa tambahan waktu, muncul aksi yang hingga mengemparkan persepakbolaan Indonesia, yaitu VAR handphone guna membuktikan keputusan wasit kurang tepat.

“Saya ingat sekali momen itu. Saat saya menunjukkan tayangan melalui HP milik wartawan. Memang laga itu tidak akan dilupakan. Momen itu juga yang viral hingga akun-akun internasional juga posting ya, lucu sekali membuat saya rindu lagi bertanding,” ucap Asep Berlian.

Tidak sebatas laga tandang ke Samarinda, laga sarat emosional juga terjadi ketika Madura United menjamu Borneo FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan pada tahun 2017. Laga yang dipimpin wasit asing saat itu menuai protes hingga memaksa memunculkan keributan. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *