Sejak Berusia Setahun Selalu Diajak Nribun

  • Whatsapp
Suporter cilik Madura United Ahmat Raditya selalu terlihat berdiri di dekat pagar di tribun ekonomi sebelah barat dan ikut jingkrak-jingkrak bersama suporter dewasa.

Kabarmadura.id-Keberadaan Madura United di Pulau Garam tidak sebatas menjadi kebanggan bagi pecinta sepakbola berusia dewasa. Selain merambat ke kaum perempuan, kecintaan tersebut sudah mulai melekat terhadap anak-anak yang bisa dilihat saat tim ini bertanding di tribun ekonomi VIP dan VVIP.

Dari sekian banyak suporter cilik di tribun, salah satunya ialah suporter yang masih berusia 32 bulan atau belum genap tiga tahun, yaitu Ahmat Raditya. Dia selalu terlihat berdiri di dekat pagar di tribun ekonomi sebelah barat dan ikut jingkrak-jingkrak bersama suporter dewasa yang lain.

SYAHID MUJTAHIDY, PAMEKASAN

Suporter cilik Madura United Ahmat Raditya selalu terlihat berdiri di dekat pagar di tribun ekonomi sebelah barat dan ikut jingkrak-jingkrak bersama suporter dewasa.

Kebiasaan nribun Ahmat Raditya tidak terlepas dari peran ayahnya, Didik Rofi Yanto yang juga pendukung Madura United yang digawangi oleh Greg Nwokolo dan kolega. Didik, nama panggilan dari Ayah Raditya menceritakan bahwa dirinya sudah biasa membawa anaknya ke stadion untuk menonton pertandingan sejak ananya baru berusia 1 tahun.

Saat ini, usia Raditya sudah hampir 3 tahun dan ditegaskan Didik selalu meminta untu hadir langsung ke stadion jika sedang ada pertandingan Madura United. Namun demikian, Didik menceritakan, dirinya tidak semerta-merta membawa Raditya ke stadion di semua pertandingan.

Dia menilai, setiap pertandingan tim dengan julukan Laskar Sape Kerrab kondusif dan dia merasa aman.

“Saya membawa dia ke stadion udah sejak berusia satu tahun lebih. Memang banyak pertimbangan sebelumnya, karena masih anak-anak takut ada chans yang kurang enak dan bisa mempengaruhi anak saya, tapi tahun itu saya percaya di pertandingan Madura United tidak akan ada seperti itu,” ceritanya.

Langkah Didik membiasakan putranya ke stadion tidak terlepas dari mimpinya menjadikan Raditya sebagai pemain sepakbola. Dia pun membuatnya suka sejak dini.

“Sebenarnya saya ingin anak saya jadi pemain sepakbola, jadi mulai kecil saya biasakan untuk suka dan Alhamdullliah sekarang sudah suka dan terkadang, dia sndiri yang tidak ingin melewatkan diri untuk nonton,” sambung Didik.

Pada pertandingan Derbi Jatim yang mempertemukan madura United kontra Arema FC di Stadion Gelora Madura, Sabtu (20/7) malam, dia dan putranya hadir untuk menyaksikan tim ini bangkit.

Namun, dia pulang dengan perasaan yang sedikit kecewa. Sebab, putranya yang baru berusia 2 tahunan lebih sudah mendengar chans yang diakuinya kurang  baik bagi anak-anak karena bernada rasis dari beberapa oknum suporter.

Kendati demikian, suporter asal Kecamatan Proppo, Pamekasan tersebut berharap akan ada perubahan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Tentu, kalau berharap ya ada pilihan chanschans yang baik saja, biar adem dan bagi orang tua juga tidak khawatir untuk membawa anak-anaknya ke stadion atau saat nonton di TV (televisi),” pintanya. (bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *